Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan, sikap PBNU jelas mendukung Indonesia bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dia mengatakan, sikap ini didasarkan dari landasan nilai-nilai dan prinsip-prinsip dari Nahdlatul Ulama.

"Pandangan saya yang kemarin mengenai (dukungan Indonesia bergabung dalam) Board of Peace itu terkait dengan nilai-nilai bahwa kita harus terus membantu Palestina," kata Gus Yahya kepada awak media saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump, PBNU: Keputusan Prabowo Tepat

Gus Yahya mengatakan, sebagian mungkin tidak setuju dengan Board of Peace dan beberapa elemen di dalamnya.

Namun dia memiliki dalil kuat mengapa Board of Peace tetap harus didukung untuk membebaskan Gaza dari tindakan genosida.

"Tapi persoalannya adalah bahwa saat ini belum ada alternatif platform untuk mengupayakan, untuk membangun suatu upaya internasional dengan konsolidasi internasional, untuk perdamaian di Palestina," tutur Gus Yahya.

Baca juga: Gus Yahya Minta Maaf soal Undangan Tokoh Zionis, Tegaskan Komitmen PBNU untuk Palestina

Sebab itu, Board of Peace muncul menjadi salah satu platform alternatif dalam menghentikan kekerasan di Palestina.

"Maka kita berdasarkan visi dari proklamasi kemerdekaan Indonesia, tidak boleh tinggal diam, tidak boleh tidak ikut serta di dalam inisiatif itu," imbuhnya.

Prabowo bawa RI gabung Board of Peace

Sebagai informasi, Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam BOP di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain bergabung, Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga mengatakan, Indonesia akan ikut berpartisipasi membayar iuran sukarela.

BOP dinilai sebagai sebuah wadah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina, sehingga bergabungnya Indonesia sebagai bentuk konsistensi dalam membantu Palestina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wabup Takalar: Rakerda IPIM Gagas Program Terukur Realistis Untuk Kemaslahatan Imam Masjid
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Kemendagri Siapkan Rakornas 2026, Dorong Program Prioritas Presiden
• 21 jam laludetik.com
thumb
Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah AS Masuk Shutdown Parsial usai DPR Belum Sepakati Anggaran
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Link Live Streaming Semifinal Thailand Masters 2026 Jam 12.00 WIB: Tiga Wakil Indonesia ke Final
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.