FAJAR, BARCELONA – Di tengah kesibukannya memimpin Manchester City di panggung Eropa, Pep Guardiola menyempatkan diri pulang ke Barcelona untuk misi kemanusiaan.
Pelatih berusia 55 tahun tersebut hadir dalam konser amal bertajuk “Act x Palestine”. Ini sebagai bentuk dukungan nyata bagi anak-anak dan warga sipil di Gaza yang terdampak konflik.
Hanya berselang sehari setelah membawa The Citizens menang 2-0 atas Galatasaray di Liga Champions, Guardiola muncul di arena Palau Sant Jordi, Barcelona, Kamis (29/1) malam waktu setempat.
Dengan mengenakan syal keffiyeh hitam-putih tradisional Palestina, ia naik ke panggung di hadapan sekitar 12.000 penonton.
Dalam pidatonya yang emosional, Guardiola menyoroti penderitaan anak-anak di Gaza yang kehilangan orang tua di tengah puing-puing bangunan. Ia menceritakan momen memilukan saat melihat seorang anak yang kebingungan mencari ibunya di media sosial.
“Anak itu bertanya, ‘Di mana ibu saya?’ di antara reruntuhan. Saya rasa kita telah meninggalkan mereka sendirian. Terabaikan,” ujar Guardiola dengan nada penuh empati.
Guardiola juga melontarkan kritik keras terhadap para pemimpin dunia yang dianggapnya abai dan tidak berani mengambil langkah tegas untuk menghentikan kekerasan.
Ia menyebut para pemegang kuasa sebagai “penakut” karena mengirim pemuda tak bersalah untuk saling membunuh, sementara mereka tetap merasa aman di rumah yang nyaman.
Menurutnya, serangan bom bertujuan untuk menciptakan keheningan agar dunia berpaling. “Kehadiran kita di sini adalah pernyataan untuk melawan keheningan itu,” tegasnya.
Acara yang juga dimeriahkan oleh bintang pop Spanyol, Rosalia, ini memiliki misi unik.
Seluruh dana yang terkumpul tidak hanya disalurkan sebagai bantuan konvensional, melainkan dialokasikan khusus untuk menyokong inisiatif budaya melalui Palestinian Performing Arts Network. (*)




