FAJAR, MAKASSAR — Hasanuddin CONTACT menunjukkan komitmennya dalam memperkuat upaya pengendalian tembakau dengan menghadiri Tobacco Control Grantee Meeting yang berlangsung pada 27–28 Januari 2026.
Lembaga pengendalian tembakau di bawah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin ini diwakili langsung oleh Direktur Hasanuddin CONTACT, Prof. Ridwan Amiruddin.
Pertemuan nasional tersebut mempertemukan berbagai lembaga pengendalian tembakau di Indonesia, akademisi, serta perwakilan Kementerian Kesehatan.
Direktur Hasanuddin CONTACT, Prof. Ridwan Amiruddin menjelaskan jika forum tersebut menjadi ruang strategis untuk meninjau capaian pengendalian tembakau hingga tahun 2025.
“Ini sekaligus menyusun target yang realistis untuk tahun 2026 di tingkat nasional maupun sub-nasional,” ucapnya.
Selain evaluasi program, diskusi juga difokuskan pada identifikasi peluang, tantangan, serta langkah mitigasi guna mempercepat upaya pengendalian tembakau di Indonesia.
“Isu-isu strategis seperti penguatan kebijakan berbasis bukti dan implementasi di daerah menjadi perhatian utama dalam pertemuan ini,” tuturnya.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Kelly Larson dari Bloomberg Philanthropies, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, serta Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin.
“Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan industri tembakau,” ucapnya.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh berbagai mitra pengendalian tembakau berskala global, seperti Bloomberg Philanthropies, Campaign for Tobacco-Free Kids (CTFK), World Health Organization (WHO), Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health (JHBSPH), Vital Strategies (VS), University of Illinois at Chicago (UIC), CDC Foundation, serta South Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA).
Hasanuddin CONTACT sendiri berada di bawah naungan Vital Strategies dan selama ini aktif berkontribusi dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular, khususnya yang berkaitan dengan pengendalian konsumsi tembakau di Indonesia melalui pendekatan riset dan advokasi kebijakan.
Kehadiran Hasanuddin CONTACT dalam forum nasional ini menegaskan komitmen institusi untuk terus terlibat aktif dalam memperluas kolaborasi, memperkuat kebijakan pengendalian tembakau yang berkelanjutan, serta melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk konsumsi tembakau. (wis)




