Penulis: Rifiana Seldha
TVRINews, Aceh Tamiang
Pemerintah memastikan proses pemulihan pascabencana di Sumatera berjalan lebih cepat dan terintegrasi lintas sektor. Pernyataan ini disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky, saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi terdampak di Aceh Tamiang.
Dalam peninjauan tersebut, bantuan terintegrasi hasil donasi konser amal “100 Musisi Heal Sumatera” disalurkan untuk korban banjir dan longsor.
Menteri Ekraf menegaskan jika bantuan hasil donasi ini menjadi simbol kekuatan ekonomi kreatif dalam menghadirkan empati, gotong royong, serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar pemulihan berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi Aceh Tamiang,” kutip Sabtu, 31 Januari 2026.
Menteri Teuku Riefky menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan karena sejumlah fasilitas publik dan pusat pemerintahan mengalami kerusakan. Proses pemulihan yang melibatkan lintas sektoral harus dilakukan secara optimal.
“Kementerian Ekraf berkomitmen melalui Program Ekraf Peduli untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui penguatan produktivitas pegiat ekraf lokal terdampak. Kami juga mengapresiasi para musisi, komunitas kreatif, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam gerakan ‘100 Musisi Heal Sumatera’ sebagai wujud solidaritas bagi masyarakat,” tambahnya.
Kementerian Ekraf tergabung dalam Satuan Tugas Pascabencana pada bidang Pemulihan Ekonomi bersama Kementerian UMKM.
Sebelumnya, Kementerian Ekraf telah memfasilitasi dua konser musik pada Desember 2025 di Bintaro dan Kemang. Melalui Program Ekraf Peduli, bantuan makanan, pakaian, dan perlengkapan sekolah telah disalurkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selain itu, program pemulihan enam bulan ke depan dirancang untuk mendukung pemulihan sosial dan ekonomi, termasuk kegiatan Sinema Rakyat dan Board Game, workshop konten digital, literasi bisnis, serta relaksasi pembiayaan dan KUR.
Lokasi yang dikunjungi dalam peninjauan meliputi SMP Negeri 1 Karang Baru, RSUD Muda Sedia, Posko Pengungsian Kecamatan Karang Baru, dan Hunian Sementara Modular.
Bantuan yang disalurkan mencakup beras, peralatan sekolah, obat-obatan, serta tenaga relawan kesehatan dan kebersihan.
Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh kementerian dan pemerintah daerah diminta bersinergi agar masyarakat terdampak dapat pulih secara fisik dan mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, serta hunian layak.
Peninjauan ini menjadi wujud kehadiran negara mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang.
Wapres Gibran hadir bersama sejumlah jajaran Kabinet Merah Putih, termasuk Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Staf Khusus Menteri Ekraf Rian Syaf, Tenaga Ahli Menteri Panji Purboyo, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA, Kepala BNPB Suharyanto, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, serta penggagas konser Heal Sumatera Tompi dan Irma Hutabarat.
Editor: Redaksi TVRINews




