Dirut BEI dan Petinggi OJK Mundur, IHSG Pekan Depan Diproyeksi Fluktuatif

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Investor institusi dan asing akan mencermati sentimen pengunduran diri anggota Self-Regulatory Organization (SRO) serta dinamika pasar.

Dirut BEI dan Petinggi OJK Mundur, IHSG Pekan Depan Diproyeksi Fluktuatif (Foto: IDX Channel/ Desi A)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi fluktuatif pada perdagangan pekan depan usai mundurnya Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman beserta sejumlah petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menilai, investor institusi dan asing akan mencermati sentimen pengunduran diri anggota Self-Regulatory Organization (SRO) serta dinamika pasar.

Baca Juga:
IHSG Rebound Usai OJK-BEI Respons MSCI, Ini yang Perlu Dicermati Investor

"Dalam kondisi tersebut, pasar biasanya akan menguji area support terdekat untuk mencari keseimbangan baru. Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji area support di kisaran 8.200 hingga 8.220, sementara area resistance jangka pendek berada di sekitar 8.500," kata Hendra saat dihubungi IDX Channel, Sabtu (31/1/2026).

Hendra menekankan selama indeks masih mampu bertahan di atas support 8.200 hingga 8.220, pelemahan yang terjadi lebih mencerminkan koreksi teknikal dan konsolidasi, bukan sinyal pelemahan struktural yang lebih dalam.

Baca Juga:
IHSG Berayun Tajam Pagi Ini usai Dirut BEI Iman Rachman Mundur

"Kekhawatiran mengenai potensi terjadinya trading halt relatif tidak perlu dibesar-besarkan. Trading halt umumnya terjadi saat tekanan jual bersifat panik dan masif, sementara kondisi IHSG saat ini lebih menunjukkan proses penyesuaian pasca guncangan sentimen," tutur dia.

Hendra meyakini adanya minat beli selektif, terutama pada saham-saham dengan fundamental kuat. Hal ini bisa dianggap bahwa pasar belum kehilangan kepercayaan sepenuhnya. 

Baca Juga:
Tekanan IHSG Diproyeksi Masih Berlanjut pada Pekan Depan

"Selama tidak muncul sentimen negatif baru yang bersifat ekstrem, risiko terjadinya halt masih tergolong kecil," katanya.

Dari sisi global, pelemahan harga emas yang cukup tajam, sekitar 11,05 persen ke level 4.763 per troy ounce, berpotensi menjadi faktor penekan IHSG dalam jangka pendek. 

Baca Juga:
IHSG Ditutup Menguat 1,18 Persen ke Level 8.329

Tekanan ini terutama akan dirasakan oleh saham-saham berbasis emas seperti ANTM, MDKA, HRTA, ARCI, dan BRMS, yang kinerjanya sangat sensitif terhadap pergerakan harga emas dunia. 

"Penyesuaian valuasi dan aksi ambil untung pada saham-saham tersebut berpotensi membuat sektor emas menjadi salah satu pemberat pergerakan indeks dalam waktu dekat," kata dia.

Selain itu, terlihat adanya rotasi ke saham-saham yang sebelumnya tertekan cukup dalam di tengah dinamika pasar. Saham blue chip di sektor konsumsi seperti INDF, ICBP, dan UNVR mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan jangka pendek. 

"Karakter defensif, stabilitas kinerja, serta valuasi yang sudah relatif murah membuat sektor ini kembali dilirik investor sebagai penyangga portofolio di tengah volatilitas pasar," tuturnya.

Hendra juga mencermati sektor perbankan mulai memperlihatkan perlawanan dari sisi permintaan, yang tercermin dari masuknya minat beli pada saham BBCA, BBNI, BMRI, dan BBRI. 

Secara fundamental, perbankan nasional masih berada dalam kondisi yang solid dengan permodalan dan likuiditas yang kuat. Tekanan harga lebih banyak dipengaruhi faktor sentimen dan arus dana jangka pendek, bukan karena memburuknya kinerja bisnis inti perbankan.

Dalam situasi tersebut, pelaku pasar diminta tetap tenang, selektif, dan fokus pada saham-saham berfundamental kuat. Sebab, jika proses transisi kepemimpinan regulator dan arah kebijakan ke depan dapat dikomunikasikan dengan jelas, tekanan psikologis pasar berpeluang mereda.

"Sehingga koreksi yang terjadi saat ini justru menjadi bagian dari proses menuju pasar modal yang lebih sehat dan berkelanjutan," tuturnya.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Fraksi PDIP Sarankan Beberapa Langkah Terkait Merosotnya IHSG hingga Mundurnya Para Pejabat BEI dan OJK
• 10 menit lalutvonenews.com
thumb
Tabir Kematian Lula Lahfah Terkuak, Menyisakan Cerita yang Belum Lengkap
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Daftar Lengkap Promo JSM Superindo Akhir Pekan Ini: Durian Montong Cuma Rp6.980!
• 50 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Siap Pimpin D-8 Tahun 2026
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Banjir Jakarta, BPBD Sebut 30 RT Masih Tergenang pada Sabtu Pagi 31 Januari
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.