Jakarta, VIVA – Timnas Futsal Indonesia bersiap menjalani laga penentuan yang bisa menentukan arah perjalanan mereka di Piala Asia Futsal 2026. Malam ini, Garuda akan menghadapi Irak pada matchday terakhir Grup A di Indonesia Arena, Sabtu 31 Januari 2026.
Meski sama-sama sudah mengantongi tiket ke perempat final, duel ini jauh dari kata formalitas. Status juara grup masih dipertaruhkan, dan hasil pertandingan bakal memengaruhi lawan di fase gugur.
Indonesia datang dengan modal sempurna. Tim asuhan Hector Souto menyapu bersih dua laga awal dengan performa meyakinkan. Korea Selatan dihajar 5-0, lalu Kirgistan ditaklukkan 5-3. Total 10 gol dalam dua laga menunjukkan lini serang Merah Putih sedang tajam tajamnya.
Irak pun tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka meraih dua kemenangan beruntun, masing masing 4-2 atas Kirgistan dan 3-2 kontra Korea Selatan. Enam poin sudah di tangan, sama seperti Indonesia.
- Kemenpora
Bedanya, Indonesia unggul selisih gol. Garuda mencatat plus tujuh, sementara Irak plus tiga. Artinya, hasil imbang saja sudah cukup membuat Indonesia finis sebagai juara Grup A. Sebaliknya, Irak wajib menang jika ingin menyalip.
Laga penentuan jalur perempat final. Posisi puncak klasemen bukan sekadar gengsi. Juara Grup A akan menghadapi runner up Grup B, sedangkan peringkat kedua harus bertemu juara grup yang berpotensi lebih kuat.
Di Grup B, Thailand dan Vietnam sudah memastikan lolos. Thailand sementara memimpin klasemen dengan selisih gol lebih baik. Kedua tim ini bisa menjadi calon lawan Indonesia atau Irak di babak berikutnya.
Karena itu, duel malam ini diprediksi berlangsung terbuka. Indonesia memang hanya butuh seri, tetapi bermain aman bisa berisiko. Kemenangan tetap menjadi target realistis demi menjaga momentum.
Unggul kandang dan rankingFaktor tuan rumah juga jadi nilai plus. Bermain di Indonesia Arena dengan dukungan ribuan suporter diyakini memberi suntikan mental besar bagi para pemain.
Secara ranking FIFA futsal, Indonesia juga lebih unggul. Garuda berada di posisi 24 dunia, sedangkan Irak di peringkat 37. Statistik ini mempertegas bahwa Indonesia layak difavoritkan, meski di lapangan semua tetap ditentukan kerja keras.




