JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menyoroti nilai tukar rupiah yang semakin melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).
Bahkan, kurs rupiah ke dollar AS masuk ke nilai terendah sepanjang sejarah.
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menuturkan, untuk menghadapi tantangan global ini, seluruh elemen pemerintahan harus solid.
“Kuncinya adalah soliditas dari seluruh pemerintahan negara,” kata Hasto, saat ditemui di Gedung Megawati Institute, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Baca juga: Dirut BEI dan 4 Petinggi OJK Mundur, PDI-P: Pemimpin Harus Berani Tanggung Jawab
Dia menekankan, pentingnya Indonesia disiplin secara fiskal.
“Dari otoritas keuangan di dalam mengatur disiplin fiskal melalui Menteri Keuangan,” kata Hasto.
Kemudian, Bank Indonesia diharapkan bisa menjaga otoritasnya di sektor moneter.
Adapun, sektor riil ditangani melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Hasto menegaskan, pemerintah perlu membangun suatu kerja sama untuk membentuk sebuah kepercayaan atau trust.
“Sistem trust building inilah yang harus diwujudkan dan juga memberikan suatu arah bahwa perekonomian Indonesia berada dalam kondisi yang baik,” ujar dia.
Dalam perjalanan ke depan, pemerintah diharapkan juga dapat memperkuat sektor riil hingga memperbaiki iklim investasi di Indonesia.
Baca juga: Raja Juli Tegaskan Jokowi Belum Gabung PSI meski Berpidato di Rakernas
“Kemudian, langkah-langkah yang disampaikan oleh pemerintah untuk memperkuat sektor riil, memperbaiki iklim investasi, dan kemudian apa yang direkomendasikan berkaitan dengan yang terjadi di pasar keuangan kita, itu harus secepatnya untuk diatasi,” kata Hasto.
Hasto menegaskan, saat ini sangat penting bagi pemerintah untuk membangun kredibilitasnya.
“Membangun kredibilitas itu yang paling penting. Itu yang disarankan oleh PDI Perjuangan,” tutup dia.
Rupiah terpurukNilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah pada awal perdagangan di pasar spot Jumat (30/1/2026).
Berdasarkan data Bloomberg pukul 11.04 WIB, mata uang garuda melemah 0,20 persen ke level Rp 16.788 per dollar AS.
Baca juga: IHSG Melemah akibat MSCI, Purbaya Sebut Waktu yang Tepat Beli Saham
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan nilai tukar rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dollar AS seiring sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih, khususnya di pasar ekuitas domestik.
Tekanan tersebut masih berkaitan dengan respons pelaku pasar terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang disampaikan sehari sebelumnya, yang memicu sikap hati-hati investor dan berujung pada aliran modal keluar dari aset berisiko.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



