Washington: Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dan Gedung Putih dilaporkan telah menyusun sejumlah rencana dan skenario bersama terkait kemungkinan serangan militer terhadap Iran, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Dikutip dari Antara, skenario tersebut mencakup apa yang disebut sebagai “rencana besar," yakni opsi serangan Amerika Serikat terhadap lembaga dan fasilitas pemerintah Iran yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melalui kampanye pemboman berskala luas.
Selain itu, terdapat pula opsi serangan yang lebih terbatas, yang menargetkan fasilitas pemerintah Iran yang bersifat simbolis. Opsi ini dinilai masih memberikan ruang bagi peningkatan eskalasi militer apabila Teheran menolak untuk menyetujui kesepakatan dengan Washington.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa pemerintah Amerika Serikat hingga kini masih merahasiakan tujuan strategis dari rencana tersebut dan belum memberikan penjelasan rinci mengenai langkah yang akan ditempuh.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa “armada besar” militer AS sedang bergerak menuju Iran. Ia juga menyampaikan harapannya agar Teheran bersedia kembali ke meja perundingan dan menandatangani kesepakatan yang ia sebut sebagai “adil dan merata," termasuk komitmen penghentian total pengembangan senjata nuklir.
Trump juga menyinggung serangan militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 dalam operasi yang dikenal sebagai Operasi Midnight Hammer.
Ia memperingatkan bahwa “serangan berikutnya akan lebih buruk lagi” jika ketegangan terus berlanjut, sembari menyerukan upaya untuk mencegah eskalasi lebih jauh.
Baca juga: Trump Tetap Pertimbangkan Serang Iran Meski Tak Ada Ancaman Langsung ke AS



