Kebutuhan modal tersebut seiring dengan rencana produksi dan aktivitas operasional yang terus berjalan.
IDXChannel - PT Singaraja Putra Tbk (SINI) memproyeksikan kebutuhan modal kerja anak usaha tambang batu bara, PT Dwi Daya Swakarya sebesar Rp2,73 triliun pada 2026.
Kebutuhan modal tersebut seiring dengan rencana produksi dan aktivitas operasional yang terus berjalan.
Dalam keterbukaan informasi, Jumat (30/1/2026) belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini diperkirakan sebesar Rp510 miliar.
Anggaran tersebut akan difokuskan untuk mendukung kegiatan operasional pertambangan, termasuk pemeliharaan serta pengembangan infrastruktur tambang dan infrastruktur pendukung lainnya.
Pendanaan capex ini sebagian besar akan disediakan oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan perseroan. Adapun sumber pendanaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja maupun capex tersebut direncanakan berasal dari hasil kegiatan operasional anak usaha perseroan.
Dari sisi kinerja, kondisi bisnis perseroan pada 2025 menunjukkan tren perbaikan. Dua entitas anak yang bergerak di sektor pertambangan batu bara, yakni PT Pasir Bara Prima dan PT Persada Kapuas Prima, telah mulai berproduksi dan membukukan pendapatan.
Hingga 31 Desember 2025, kontribusi pendapatan dari penjualan batu bara diperkirakan mencapai Rp154 miliar. Memasuki 2026, SINI menargetkan peningkatan signifikan pada kinerja pendapatan.
Selain melanjutkan operasional dua anak usaha tersebut, perseroan berharap PT Pesona Bara Cakrawala dapat segera beroperasi dan memberikan tambahan kontribusi pendapatan.
Seiring pengembangan kegiatan pertambangan, kesiapan operasional, serta proyeksi kondisi pasar batu bara yang lebih stabil, kontribusi pendapatan dari penjualan batu bara pada 2026 diperkirakan melonjak hingga Rp2,98 triliun.
(DESI ANGRIANI)




