Rentetan serangan udara Israel menghujani wilayah Jalur Gaza pada Sabtu (31/1) waktu setempat. Sedikitnya 11 orang tewas akibat serangan terbaru Tel Aviv tersebut, yang menghantam orang-orang yang berlindung di tenda pengungsian.
Serangan udara terbaru Israel ini, seperti dilansir AFP, Sabtu (31/1/2026), terjadi saat gencatan senjata masih berlaku di Jalur Gaza, sejak Oktober tahun lalu.
Direktur jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Barsh, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, mengatakan kepada AFP bahwa sedikitnya 11 orang dan 20 orang lainnya luka-luka "akibat serangan yang dilakukan oleh pendudukan yang menargetkan warga sipil di sebuah tenda dan sebuah apartemen".
Barsh mengatakan bahwa para korban luka tiba di sejumlah rumah sakit di Gaza City di bagian utara dan di Khan Younis di bagian selatan Jalur Gaza.
"Israel terus melakukan pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata di tengah kekurangan pasokan medis, obat-obatan, dan peralatan medis yang parah," sebut Barsh dalam pernyataannya.
Kantor pers pemerintah Gaza melaporkan pada Sabtu (31/1) waktu setempat bahwa serang terhadap tenda pengungsian di wilayah selatan Jalur Gaza telah menewaskan sedikitnya tujuh orang yang berasal dari satu keluarga, termasuk seorang anak dan seorang lansia.
Gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS), yang berlaku sejak Oktober 2025, telah memasuki fase kedua pada Januari ini, yang seharusnya mencakup perlucutan senjata Hamas, penarikan bertahap Israel, dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional.
(nvc/idh)



