PDIP Sarankan Beberapa Langkah untuk Respons Merosotnya IHSG dan Mundurnya Pejabat BEI-OJK

suara.com
17 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi XI, Dolfie OFP, menyatakan koreksi IHSG dipicu dinamika pasar modal domestik pasca pembekuan rebalancing MSCI 28 Januari 2026.
  • OJK diprioritaskan untuk segera menyesuaikan standar internasional MSCI sebelum pengumuman indeks pada bulan Mei mendatang.
  • Komisi XI DPR RI memperkuat OJK/BEI melalui regulasi *free float* untuk meningkatkan likuiditas dan mencegah manipulasi harga.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dolfie OFP merespon terkait IHSG yang merosot dan pengunduran diri pejabat BEI dan OJK. Menurutnya terdapat dinamika pasar modal domestik sehingga terdapat koreksi harga IHSG saat ini

"Dinamika pasar modal domestik yang tengah terjadi saat ini, telah mengakibatkan terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pascapengumuman kebijakan pembekuan rebalancing IHSG oleh MSCI Inc. pada 28 Januari 2026. Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)— hingga sekitar 7–8% turun dalam satu sesi, bahkan lebih dari 10% di beberapa hari awal pergerakan. Sentimen investor menjadi sangat hati-hati, bahkan banyak investor asing menunggu dan melakukan penyesuaian portofolio." ujarnya dalam keterangan pada wartawan, Sabtu (31/1).

Menurutnya, perlu ada prioritas yang perlu segera dijalankan oleh OJK untuk merespon situasi terkini.

"Ke depan, prioritas yang harus segera dijalankan oleh OJK adalah segera menjalankan kesesuaian standar internasional MSCI sebelum Indeks MSCI diumumkan pada bulan Mei mendatang, melalui berbagai langkah struktural." ujarnya

Merespon hal tersebut, Komisi XI DPR RI telah mememberikan penguatan melalui regulasi free float untuk meningkatkan regulasi pasar hingga mencegah resiko manipulasi harga.

"Komisi XI DPR RI telah memberikan penguatan bagi OJK dan PT. Bursa Efek Indonesia untuk melakukan regulasi free float yang mengarah pada penguatan big cap dan kebijakan free float yang diarahkan untuk meningkatkan likuiditas pasar, mencegah risiko manipulasi harga meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor, dan memperkuat pendalaman pasar modal. Hal ini telah menjadi kesimpulan rapat kerja komisi 11 DPR RI dan OJK tanggal 3 Desember 2025." tuturnya.

Dolfie berharap dengan kebijakan ini, OJK dan BEI juga bisa memperhatikan beberapa prinsip

"Saya berharap, melalui kebijakan free float 7,5% menjadi minimal 10-15%, OJK dan Bursa Efek Indonesia bisa memperhatikan 5 hal yaitu Dirancang bertahap, terukur, dan diferensiatif, diiringi penguatan basis investor domestik, didukung oleh insentif dan pengawasan yang efektif, mencegah risiko manipulasi harga, meningkatkan transparansi" tambah dia.

Baca Juga: Karier Friderica Widyasari Dewi: Ketua OJK Baru Punya Jejak di KSEI Hingga BEI


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aksi Sopir JakLingko Bantu Tangkap Jambret, Mobil Serempet Motor Pelaku
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
5 Rekomendasi Merek Jam Tangan Perempuan untuk Sehari-hari
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Geledah Kantor Wali Kota Madiun, KPK Sita Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
BRI Kucurkan KUR Rp178 Triliun Sepanjang 2025, Mayoritas Dorong Sektor Produksi UMKM
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Prediksi Laga Uzbekistan vs Jepang di AFC Futsal Asian Cup 2026
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.