FAJAR, MAKASSAR — Kepala pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, boleh jadi sedang berada pada fase paling menekan sejak menukangi Juku Eja. Kewajiban menang atas Semen Padang di Stadion BJ Habibie, Senin (2/2/2026) pukul 20.00 Wita, datang di saat kondisi tim jauh dari kata ideal.
PSM membutuhkan tiga poin, bukan hanya untuk menjaga posisi di klasemen, tetapi juga untuk menghentikan tren buruk yang mengintai: bayang-bayang lima kekalahan beruntun. Namun ironisnya, tuntutan menang itu harus dijalani Trucha dengan skuad tambal sulam.
Meski bomber anyar Luka Cumic sudah bisa dimainkan, kehadirannya belum cukup menutup lubang besar di sektor vital. Dua poros utama lini tengah, Savio Roberto dan Gledson Paixao, diragukan tampil. Absennya keduanya membuat keseimbangan permainan PSM terancam runtuh, terutama dalam fase transisi yang selama ini sudah rapuh.
Situasi makin runyam ketika PSM kembali dihantam sanksi FIFA. Di saat tim membutuhkan tambahan amunisi untuk mempertebal kedalaman skuad, pintu itu justru tertutup. Lengkap sudah tekanan yang menghimpit Trucha: tuntutan menang, pemain kunci absen, dan tangan manajemen yang terikat regulasi.
Di sisi lain, lawan yang dihadapi bukan Semen Padang biasa.
Kabau Sirah datang ke Makassar sebagai tim yang sedang berjudi besar demi bertahan hidup di BRI Super League 2025/2026. Terpuruk di peringkat ke-17 dengan 11 poin, Semen Padang memilih jalur ekstrem: jor-joran di bursa transfer paruh musim.
Delapan pemain baru didatangkan, ditambah tiga promosi internal. Sebaliknya, sembilan pemain dilepas tanpa kompromi. Ini bukan sekadar perombakan, melainkan operasi penyelamatan.
Nama striker Argentina Federico Anselmo masuk radar belanja sebagai solusi instan lini depan. Di level lokal, Semen Padang agresif membajak pemain dari klub rival. Frets Butuan dan Abduh Lestaluhu dari Malut United dikabarkan sudah mencapai kesepakatan. Firza Andika, eks PSM Makassar, juga masuk bidikan, sementara Kasim Botan disebut telah sepakat bergabung dengan status bebas transfer.
Langkah-langkah ini tak lepas dari tekanan internal. Andre Rosiade, penasihat tim, disebut turun langsung setelah kekalahan dari Persis Solo. Bahkan, ia dikabarkan menggunakan dana pribadi untuk memutus kontrak pemain yang dianggap gagal, termasuk striker asing Cornelius Stewart, yang langsung hengkang ke Barito Putera.
Pesan dari Padang jelas: tidak ada lagi ruang untuk setengah-setengah.
Kondisi ini membuat laga di Gelora BJ Habibie berubah menjadi ujian mental bagi PSM Makassar. Di atas kertas, Juku Eja unggul sebagai tuan rumah. Namun secara psikologis, tekanan justru berada di kubu PSM.
Trucha tak hanya dituntut menang. Ia dituntut menang dengan sumber daya terbatas, di tengah krisis konsistensi, dan menghadapi tim tamu yang bermain dengan mental “hidup-mati”.
Dalam situasi seperti ini, satu kesalahan saja bisa berakibat fatal. Dan jika PSM kembali terpeleset, bukan hanya tren kekalahan yang berlanjut—melainkan juga kepercayaan terhadap arah tim di bawah Tomas Trucha yang kian dipertanyakan.




