4 Poin Penting Hasil Konferensi Pers Menteri Kabinet dan OJK-BEI di Danantara

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar konferensi pers terkait situasi pasar modal Indonesia terkini di Wisma Danantara, Jakarta pada Sabtu (31/1/2026) malam. 

Berdasarkan pantauan Bisnis di lokasi, pejabat yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, CEO Danantara Rosan P. Roeslani, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, serta Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, yang telah resmi ditunjuk sebagai pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK.

Lalu, Hasan Fawzi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon juga hadir dalam agenda ini.

Dari sisi infrastruktur pasar modal, Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat tampak telah berada di lokasi. Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) diwakili oleh Direktur Pengembangan Jeffry Hendrik.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan empat poin penting instruksi Presiden RI Prabowo Subianto menyikapi situasi bursa dan pasar modal Indonesia yang bergejolak akibat dipicu penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal RI, berujung pada mundurnya sejumlah pimpinan OJK dan BEI.

"Kemudian terkait dengan penataan dan penguatan pasar modal, yang pertama terkait dengan transparansi dan integritas pasar Bapak Presiden memerintahkan percepatan reformasi integritas pasar, antara lain dengan reformasi pasar modal secara struktural melalui demutualisasi bursa dan peningkatan likuiditas melalui kenaikan minimum free float menjadi 15% sesuai dengan standar global," ujar Airlangga di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026) malam. 

Baca Juga

  • Gelar Konpers, Airlangga, Purbaya, hingga Petinggi OJK-BI Tiba di Kantor Danantara
  • Pesan Prabowo ke Investor Saham: Pemerintah Berdiri Teguh di Belakang Pasar Keuangan
  • OJK Tunjuk Friderica Widyasari Dewi jadi ADK Pengganti Mahendra dan Mirza

Hal ini, kata Airlangga, membuat semakin banyak saham yang akan dilepaskan ke publik sehingga bursa menjadi transparan, likuid, dan berintegritas.

Selanjutnya, peningkatan transparansi juga pengetatan aturan beneficial ownership atau pemilik akhir yang secara transparan dan kejelasan terkait dengan afiliasi pemegang saham.

Airlangga menambahkan evolusi struktural tersebut termasuk percepatan demutualisasi agar sejajar BEI dengan bursa modern internasional.

Ketiga, Airlangga mengatakan terkait dengan penelitian praktik spekulatif yang merusak pasar, pemerintah tidak mentolerir praktik manipulatif share pricing atau saham gorengan manipulatif yang merugikan investor dan merusak kredibilitas dan integritas pasar modal di Indonesia.

Menurutnya, penyalahgunaan dan manipulasi pasar tidak hanya berdampak pada harga saham dan kepentingan investor, tetapi juga berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional dan menghambat arus penanaman modal asing ataupun foreign direct investment yang diperlukan Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Poin ketiga terkait dengan penegakan aturan dan sanksi hukum Bursa Efek Indonesia bersama aparat penegak hukum akan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun pihak yang bertentangan dengan peraturan bursa, POJK, undang-undang jasa keuangan yang berlaku. Pemerintah akan mendukung penuh proses hukum agar berjalan sesuai dengan aturan," jelasnya. 

Keempat, terkait stabilitas dan keberlanjutan, Presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan serta jajaran pengurus OJK dan BEI untuk memastikan bahwa kegiatan operasional bursa tetap berjalan dengan normal dengan kepemimpinan transisi. Kemudian tidak ada kekosongan kepemimpinan atau dalam pengawasan keuangan ataupun pasar modal.

Pejabat pelaksana tugas atau PJS itu, imbuhnya, akan memastikan seluruh fungsi regulasi aktivitas perdagangan dan tugas pengawasan berjalan tanpa gangguan.

"Institusi kita kuat karena sistem dikelola sesuai dengan standar good governance dan best practices. Pesan Bapak Presiden untuk pasar modal, pesan beliau saya kutip Kepada para investor domestik, mitra internasional dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita. Dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil dan berkelas dunia," ucap Airlangga. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Purbaya Optimistis IHSG Senin Naik, Minta Investor Tak Khawatir
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Langkah PJJ Diperpanjang dari Pemprov DKI Dinilai Tepat di Tengah Cuaca yang Tidak Menentu
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Efek Layvin Kurzawa di Persib Menurut Legenda Maung Bandung: Branding, Jangan Sampai Jadi Essien Jilid 2
• 17 jam lalubola.com
thumb
Kokoh Tak Tertembus! Persib Bandung Catat 11 Clean Sheet hingga Pekan 19 Super League
• 45 menit laluviva.co.id
thumb
Damai Hari Lubis Bantah Dukung Jokowi, Roy Suryo Singgung Restorative Justice: Ada yang Kena Prank
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.