Dirut & Bos OJK Mundur Berjamaah, BEI Pastikan Operasional Bursa Berjalan Normal

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik memastikan operasional BEI tetap akan berjalan secara normal, meski terjadi tekanan di pasar modal yang berujung pada mundurnya Dirut BEI dan petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Dia mengatakan proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen juga tidak akan terganggu dengan kondisi saat ini. 

“Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Wisma Danantara Indonesia Jakarta, Sabtu (31/1/2026). 

Jeffrey melanjutkan BEI akan terus meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia, serta mencermati perkembangan terakhir terkait dengan kebutuhan Indeks Provider Global.

"Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa Indeks Provider Global, dan kami sudah menampung apa yang diharapkan, dan semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor, baik investor global maupun investor domestik kita,” ujar Jeffrey.

Selain itu, dia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah memberikan dukungannya terhadap BEI untuk menyelenggarakan perdagangan pasar modal yang teratur, wajar dan efisien.

Baca Juga

  • Isu Saham Gorengan saat IHSG Anjlok, Bareskrim Polri Dalami Unsur Pidana
  • 4 Poin Penting Hasil Konferensi Pers Menteri Kabinet dan OJK-BEI di Danantara
  • Gelar Konpers, Airlangga, Purbaya, hingga Petinggi OJK-BI Tiba di Kantor Danantara

Dalam kesempatan yang sama. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian Keuangan, (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI untuk memastikan kegiatan operasional Bursa tetap berjalan dengan normal, dengan kepemimpinan transisi dan tidak ada kekosongan kepemimpinan atau dalam pengawasan keuangan ataupun pasar modal.

"Pejabat Pelaksana Tugas atau PJS akan memastikan seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan dan tugas pengawasan berjalan tanpa gangguan. Institusi kita kuat karena sistem dikelola sesuai dengan standar Good Governance dan Best Practices," ujar Airlangga.

Dia mengatakan Presiden Prabowo memerintahkan percepatan reformasi integritas pasar modal, di antaranya dengan reformasi pasar modal secara struktural melalui demutualisasi Bursa, dan peningkatan likuiditas melalui kenaikan minimum free float menjadi 15% atau sesuai dengan standar global.

"Hal ini berarti semakin banyak saham yang akan dilepaskan ke publik sehingga bursa menjadi transparan, likuid dan berintegritas," ujar Airlangga.

Selain itu, Airlangga menegaskan pemerintah akan melakukan penertiban terhadap praktik perdagangan spekulatif yang merusak pasar saham Indonesia. Airlangga menekankan, pemerintah tidak akan segan-segan menindak tegas praktik manipulatif saham-saham gorengan yang mencoreng kredibilitas pasar modal Indonesia di mata para investor asing.

"Pemerintah tidak menolerir praktik manipulatif share pricing atau saham gorengan manipulatif yang merugikan investor dan merusak kredibilitas dan integritas pasar modal di Indonesia," ujar Airlangg. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gonjang-ganjing Pasar Saham RI, Modal Asing Kabur Rp 12,55 T Sepekan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Harga BBM Turun 1 Februari 2026, Pertamax Jadi Rp 11.800 per Liter
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Korban Serangan Udara Terbaru Israel ke Gaza Bertambah Jadi 28 Orang
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pendaftaran MT Nutrifood Masih Dibuka! Cek Daftar Gaji dan Cara Daftarnya
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tokoh Oposisi yang Bertemu Prabowo Jumat Malam, dari Siti Zuhro hingga Susno Duadji
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.