Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Timnas Futsal Indonesia harus puas bermain imbang 1-1 saat menghadapi Irak pada laga pamungkas Grup A Piala Asia Futsal 2026. Pertandingan berlangsung di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.
Meski gagal meraih kemenangan, hasil ini cukup untuk memastikan Indonesia finis sebagai juara grup.
Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto menilai anak asuhnya mampu mengendalikan permainan, khususnya pada babak pertama.
Menurutnya, Indonesia tampil dominan dalam situasi empat lawan empat dan hanya memberikan sedikit peluang kepada Irak.
“Pada babak pertama kami mengontrol permainan. Dalam situasi empat lawan empat, mereka hanya punya dua peluang melalui pivot besar mereka. Selain itu, kami juga sangat minim kebobolan dari serangan balik,” ujar Souto ketika ditemui wartawan termasuk tvrinews.com, Sabtu, 31 Januari 2026.
Namun, ia mengakui terdapat beberapa keputusan individual yang dinilai tidak perlu pada babak kedua, terutama saat Indonesia sedang menguasai permainan.
“Di babak kedua, kami sebenarnya bisa mengontrol laga. Tetapi ada beberapa situasi satu lawan satu yang tidak perlu. Saya tahu di Indonesia aksi seperti itu disukai, tapi untuk hasil akhir, itu sangat berisiko,” ucap Souto.
Souto juga menjelaskan alasan timnya tidak melakukan pressing agresif saat Irak bermain power play. Menurutnya, keputusan tersebut diambil berdasarkan analisis kekuatan lawan.
“Banyak yang mungkin bertanya, kenapa kami tidak menekan saat mereka power play. Jawabannya sederhana, itu yang diinginkan lawan. Jika kami menekan di momen yang salah, mereka akan memanfaatkan ruang di belakang,” kata Souto.
Ia menambahkan, Irak merupakan tim yang sangat berbahaya saat bermain power play. Berdasarkan pengamatannya dalam sejumlah pertandingan, Irak hampir selalu mencetak gol dari skema tersebut.
“Mereka sangat bagus dalam mengalirkan bola dan membaca waktu. Hari ini mereka memang mencetak gol, tetapi secara keseluruhan mereka tidak banyak menciptakan peluang bersih. Sebagian besar tembakan mereka dari jarak jauh,” ucap Souto.
Souto mengungkapkan, Indonesia sengaja bertahan di area sekitar 12 meter karena menekan anchor Irak yang berada terlalu jauh justru berisiko besar.
“Kami harus cerdas dan menunggu momen yang tepat untuk menekan. Hari ini mereka tidak memberi kami momen itu,” tutur Souto.
Meski hanya meraih satu poin, Souto menegaskan hasil tersebut sangat penting bagi Indonesia. Ia menyebut finis sebagai juara grup memiliki nilai historis tersendiri.
“Kami ingin finis di posisi pertama karena tidak sering Indonesia menjadi juara grup di Piala Asia Futsal. Ini penting untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa kami bisa,” kata Souto.
Dengan hasil imbang ini, Indonesia mengoleksi tujuh poin dan memastikan diri sebagai juara Grup A. Pada babak perempat final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi Vietnam, Selasa, 3 Februari 2026.
Editor: Redaktur TVRINews





