Fenomena Gerhana Matahari: Lokasi Terbaik di Indonesia, Jadwal Terjadi, Penyebab, dan Cara Mengamati

mediaindonesia.com
19 jam lalu
Cover Berita

FENOMENA gerhana Matahari merupakan peristiwa astronomi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga cahaya Matahari tertutup sebagian atau seluruhnya dari pandangan pengamat di Bumi. Peristiwa ini hanya dapat terjadi saat fase Bulan baru dan ketika ketiga benda langit berada pada satu garis lurus. 

Karena kemiringan orbit Bulan terhadap Bumi sekitar 5 derajat, gerhana Matahari tidak terjadi setiap bulan dan menjadi fenomena Gerhana Matahari ini relatif jarang.

Secara ilmiah, gerhana Matahari terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu gerhana Matahari total, sebagian, cincin, dan hibrida. Gerhana total terjadi ketika Bulan sepenuhnya menutupi piringan Matahari, sementara gerhana cincin terjadi saat Bulan berada pada jarak lebih jauh dari Bumi sehingga tampak lebih kecil dan menyisakan cincin cahaya Matahari. Gerhana sebagian terjadi ketika hanya sebagian Matahari yang tertutup bayangan Bulan.

Baca juga : Perbedaan Gerhana Matahari Total, Cincin, dan Sebagian

Jadwal Terjadi Gerhana Matahari

Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai lokasi strategis pengamatan gerhana Matahari. Salah satu peristiwa paling berkesan adalah gerhana Matahari total pada 9 Maret 2016 yang melintasi Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Berdasarkan perhitungan astronomi NASA dan Time and Date, gerhana Matahari total berikutnya yang dapat diamati secara luas di Indonesia diperkirakan terjadi pada 2 Agustus 2027. Jalur totalitas akan melintasi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Maluku, menjadikannya momen penting bagi kegiatan riset dan wisata astronomi.

Lokasi Terbaik Mengamati Gerhana Matahari

Lokasi terbaik untuk mengamati gerhana Matahari adalah daerah yang berada tepat di jalur totalitas dengan cuaca cerah dan minim polusi cahaya. Wilayah pesisir, dataran tinggi, dan area dengan tingkat tutupan awan rendah menjadi pilihan ideal. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat bahwa wilayah Indonesia bagian timur dan selatan umumnya memiliki peluang cuaca cerah yang lebih baik pada musim kemarau.

Dalam mengamati gerhana Matahari, faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama. Melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata. Para ahli menganjurkan penggunaan kacamata khusus gerhana berstandar ISO 12312-2 atau metode tidak langsung seperti proyeksi lubang jarum. 

Penggunaan kacamata hitam biasa, film negatif, atau kaca gelap tidak dianjurkan karena tidak mampu menyaring radiasi berbahaya Gerhana Matahari. (H-4)

Fenomena gerhana Matahari tidak hanya menjadi tontonan langit yang menakjubkan, tetapi juga sarana edukasi penting untuk memahami dinamika tata surya dan meningkatkan literasi sains masyarakat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bus Baru PSM Mengaspal Perdana ke Parepare Jelang Lawan Semen Padang
• 7 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Viral Anggota Satlantas Diduga Pungli di Jalan Cideng Jakpus, Ini Faktanya
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Gas Kimia PT Vopak Diduga Bocor, Warga Cilegon Mengeluhkan Sesak Napas
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Jeffrey Hendrik Pastikan Free Float 15% Bikin Lebih Banyak Investor Masuk Saham
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.