jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, MBA, menyampaikan pernyataan resmi merespons dinamika panas di sektor keuangan nasional.
Klarifikasi ini menyusul pengunduran diri massal sejumlah pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pejabat eksekutif Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bertepatan dengan rilis laporan evaluasi MSCI.
BACA JUGA: OJK Cekatan Lakukan Transisi Kepemimpinan, Misbakhun Yakini Stabilitas Pasar & Perlindungan Investor Terjaga
Dalam keterangannya, Hekal secara tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa posisi-posisi strategis yang ditinggalkan tersebut akan diisi oleh pihak-pihak dari entitas pengelola BUMN baru.
"Saya menegaskan bahwa tidak ada pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi perusahaan BUMN, maupun pihak yang berafiliasi dengan institusi tersebut yang akan menggantikan atau menduduki jabatan pimpinan di OJK maupun BEI," tegas Hekal, Sabtu (31/1/2026).
BACA JUGA: Arief Poyuono Salahkan OJK terkait Ambrolnya IHSG, Begini Analisisnya
Hekal memastikan bahwa seluruh kekosongan jabatan di OJK dan BEI akan diisi oleh figur-figur kompeten dan terbaik di bidangnya melalui proses yang akuntabel.
Hal ini dilakukan demi menjaga independensi kedua lembaga tersebut sebagai regulator dan pengawas pasar modal.
BACA JUGA: Profil Friderica Widyasari Dewi, Srikandi Pasar Modal yang Kini Jadi Bos OJK
Ia juga menambahkan bahwa Komisi XI akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif. Langkah ini diambil untuk memperkuat kredibilitas pasar keuangan Indonesia, terutama di mata investor global yang sedang mencermati evaluasi MSCI terhadap pasar modal tanah air.
Menanggapi gejolak yang ada, Hekal mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari regulator hingga masyarakat umum—untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang tidak berdasar.
"Jangan terjebak pada spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar. Mari bersama-sama mendukung proses pembenahan dan penguatan infrastruktur pasar keuangan nasional secara berkelanjutan," tuturnya.(ray/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




