Danantara Indonesia Siap Ikut Demutualisasi Bursa Efek, Buka Peluang Jadi Pemegang Saham

pantau.com
17 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan kesiapannya untuk mengikuti kebijakan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tengah dipercepat oleh pemerintah.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti proses yang sedang berjalan sebelum menentukan langkah selanjutnya.

"Kita ikuti dulu proses demutualisasinya, nanti tentunya sesudah itu baru nanti kita melihat besarannya, persentase dari saham itu," ungkapnya.

Ia juga menambahkan, "Nanti kita lihat yang terbaiknya seperti apa."

Danantara Siap Ambil Bagian

Rosan menjelaskan bahwa bukan hanya Danantara yang tertarik untuk ikut serta dalam proses demutualisasi, tetapi juga lembaga keuangan global lainnya menunjukkan ketertarikan serupa.

Danantara bahkan menyatakan minat untuk menjadi salah satu pemegang saham Bursa Efek Indonesia setelah demutualisasi diterapkan.

Mengenai skema masuknya Danantara sebagai pemegang saham, Rosan menyebutkan bahwa hal itu masih dalam tahap kajian lebih lanjut.

Menurutnya, opsi yang tersedia bisa berupa penawaran umum perdana saham (IPO) atau melalui mekanisme lain, tergantung struktur terbaik yang dirumuskan dalam proses demutualisasi.

Pemerintah Dorong Transformasi Struktural

Pemerintah sendiri menargetkan proses demutualisasi BEI dapat diselesaikan dan diproses secara konkret pada tahun 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan transformasi struktural penting dalam industri pasar modal nasional.

Airlangga menyebut selama ini BEI masih berbasis keanggotaan, sehingga posisi direksi dan pengurus bisa dipengaruhi oleh para anggota bursa yang sebagian besar adalah perusahaan sekuritas.

"Dengan demutualisasi, akan terjadi pemisahan kepentingan antara pengurus bursa dan anggota bursa," ia mengungkapkan.

Ia menambahkan bahwa struktur kepemilikan akan lebih terbuka, yang pada akhirnya akan memperkuat tata kelola bursa, meningkatkan transparansi, serta mengurangi potensi benturan kepentingan.

Rosan Roeslani menyambut positif percepatan demutualisasi ini sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan transformasi struktural pasar modal nasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PT Vopak Buka Suara soal Asap Kuning di Cilegon, Bukan Kebocoran Gas
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
SpaceX Milik Elon Musk Cetak Laba Rp134 Triliun pada 2025 Jelang IPO
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Mengenal Postbiotik dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Eks Raja OTT Bersuara Seputar Keputusan Yaqut Mengubah Persentase Kuota Haji Tambahan Jadi 50:50
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Listrik segera nyala lagi di Pining, PLN tunggu data rumah berpenghuni
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.