TABLOIDBINTANG.COM - Menjadi ibu di fase awal tumbuh kembang anak adalah perjalanan penuh pembelajaran.
Memahami hal tersebut, SUN—brand makanan pendamping ASI (MPASI) dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk—kembali melanjutkan Gerakan Lahap Makan SUN di tahun 2026 sebagai bentuk komitmen mendampingi ibu Indonesia memenuhi kebutuhan gizi si kecil.
Setelah menjangkau ribuan keluarga sejak 2025, rangkaian edukasi tahun ini dibuka di Kota Malang dan Bogor, sebelum berlanjut ke hampir 100 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Program ini menghadirkan edukasi langsung dari dokter anak, sekaligus dukungan kader PKK yang berperan sebagai Duta Lahap Makan SUN.
Hingga kini, Gerakan Lahap Makan SUN telah menginspirasi lebih dari 90 ribu ibu dan kader Posyandu untuk lebih percaya diri dalam menyiapkan MPASI yang tepat.
Fokus utamanya adalah membantu ibu menghadapi tantangan Gerakan Tutup Mulut (GTM), kondisi yang kerap muncul di berbagai fase tumbuh kembang anak.
“GTM bisa terjadi berulang dan sering membuat ibu cemas. Melalui Gerakan Lahap Makan SUN, kami ingin menjadi sahabat ibu untuk belajar bersama dan menemukan solusi yang bisa diterapkan sehari-hari,” ungkap Etyk Hartuti, Manager Indofood Nutrition and Special Foods Division ICBP, dalam keterangan tertulis yang diterima tabloidbintang.com.
Dari sisi medis, dokter anak menegaskan bahwa GTM tidak boleh dianggap sepele. Kebutuhan gizi bayi sangat tinggi, sementara kapasitas lambung masih terbatas.
“Untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian saja, dibutuhkan asupan yang padat gizi. Di sinilah peran orang tua sangat penting,” jelas dr. Centaura Naila Alfin Camielle, Sp.A.
Kombinasi Gizi Seimbang
Sebagai panduan praktis, SUN memperkenalkan 3 Metode Lahap Makan ala SUN: memberi makan saat anak lapar dan tidak mengantuk, menghadirkan variasi rasa dan tekstur sesuai usia, serta menggunakan cara pemberian makan yang tepat dan penuh kesabaran.
Salah satu pendekatan yang ditekankan dalam edukasi ini adalah pentingnya kreativitas ibu dalam mengolah MPASI. SUN mendorong ibu untuk mengenalkan cita rasa masakan Indonesia sejak dini melalui penggunaan bumbu dan rempah yang aman.
“Bawang merah, bawang putih, atau daun jeruk bisa memberi rasa dan aroma alami jika digunakan dengan takaran tepat,” ujar Etyk.
Pendapat ini sejalan dengan dr. Ayuca Zarry, Sp.A, yang menyebut bahwa variasi rasa dan aroma dapat membuat anak lebih tertarik makan.
“Pengalaman makan yang menyenangkan membantu kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan lebih optimal,” jelasnya.
Dalam kegiatan di Bogor, para ibu juga diajak melihat langsung demo memasak MPASI berbasis pangan lokal. Hj. Aas Kusdianawati, Duta Lahap Makan SUN, memperagakan menu sederhana dengan bahan mudah didapat.
Ia mengingatkan pentingnya kombinasi gizi seimbang agar MPASI tak hanya lezat, tetapi juga bernutrisi.
Sebagai brand yang dipercaya lebih dari 30 tahun, SUN terus menghadirkan inovasi seperti SUN Cinta Rasa Indonesia dengan varian terinspirasi masakan rumahan.
Diperkaya zat besi serta omega 3 dan 6, seluruh produk SUN telah tersertifikasi BPOM dan memenuhi standar keamanan pangan internasional.
Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan dokter, kader Posyandu, dan para duta, SUN berkomitmen memperluas Gerakan Lahap Makan sepanjang 2026 demi mendukung generasi Indonesia yang sehat dan percaya diri menuju Indonesia Emas.




