BERBAGAI peristiwa terjadi pada 1 Februari. Seperti halnya Watersnoodramp atau Banjir Laut Utara yang disebabkan oleh badai besar yang terjadi pada 1 Februari 1953, sehingga terjadinya banjir yang melanda negara Belanda, Belgia, dan Inggris.
Beberapa wilayah di Jakarta juga dilanda oleh bencana banjir, yang mengakibatkan sekira 80 korban jiwa dan 320 ribu pengungsi pada 1 Februari 2007 silam.
Berikut ini sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada 1 Februari dilansir beragam sumber:
1. Banjir Laut Utara 1953Watersnoodramp atau Baniir Laut Utara merupakan banjir besar yang disebabkan oleh badai besar yang terjadi pada Sabtu, 31 Januari 1953 malam dan Minngu, 1 Februari 1953 pagi. Badai tersebut mengakibatkan terjadinya banjir yang melanda negara Belanda, Belgium, Inggris hingga ke Skotlandia.
Banjir ini disebabkan pula adanya kombinasi gelombang pasang tinggi yang diperparah oleh badai angin Eropa di atas Laut Utara. Hal ini menyebabkan permukaan air lebih dari 5,6 meter di atas permukaan laut yang melanda beberapa lokasi.
Akibat bencana alam tersebut, memakan korban jiwa sekira 1.836 warga negara Belanda serta mengalami kerugian material. Lain halnya di Inggris, sekira 307 orang tewas di wilayah Lincolnshire, Norflokm Suffolk, dan Essex. Sedangkan di Belgia dan Skoylandia masing-masing tercatat 28 dan 19 orang tewas akibat banjir ini.
2. Banjir Jakarta 2007Sistem drainase (pengatusan) yang buruk serta hujan lebat yang melanda wilayah Jakarta menyebabkan bencana banjir yang menghantam Jakarta dan sekitarnya pada 1 Februari 2007.
Selain itu, akibat hujan deras yang mengguyur Ibu Kota menyebabkan bertambahnya volume debit air di 13 sungai yang melintasi Jakarta yang berasal dari Bogor-Puncak-Cianjur.
Serta air laut yang sedang pasang, sehingga menyebabkan hampir 60 wilayah DKI Jakarta terendam banjir dengan kedalaman mencapai hingga 5 meter di beberapa titik lokasi banjir.
Berdasarkan informasi, Banjir Jakarta 2007 ini lebih luas dan lebih banyak menelan korban jiwa dibandingkan bencana serupa yang melanda pada tahun 2002 dan 1996 silam.
Tercatat sekira ada 80 orang yang tewas dikarenakan terserang penyakit, terseret arus, hingga tersengat aliran listrik serta warga yang mengungsi mencapai 320 ribu jiwa. Namun tidak hanya itu, sekira Rp4,3 triliun kerugian material dialami akibat matinya perputaran bisnis.
3. Drummer Koes Plus Murry Meninggal Dunia 2014Seorang dummer dari grup musik Koes Plus, Murry atau Kasmury menghembuskan nafas terakhirnya genap pada usia 64 tahun.
Murry meninggal dunia sekira pukul 05.00 WIB di kediamannya di Perumahan Kranggan Permai, Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat. Sebelumnya ia menderika sakit hernia dan diabetes yang cukup parah sehingga memaksanya beristirahat total dari aktivitas bermusik. Jenazahnya dimakammkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta.
Murry dikenal sebagai salah satu anggota grup musik Koes Plus yang bukan berasal dari keluarga Koeswoyo dan bertahan paling lama dalam grup musik tersebut.
Pria yang lahir pada 19 Juni 1949 di Jember, Jawa Timur ini juga dikenal sebagai pencipta lagu dan pernag bersolo karier. Murry sempat merilis sebuag solo album yang bertajuk Sweet Melodies yang berisi lagu-lagu seperti Papi Mamiku, Indria, dan Kesunyian.
Original Article

