HARIAN FAJAR, PANGKEP- Dua puluh tahun bukanlah rentang waktu yang singkat dalam perjalanan sebuah lembaga pendidikan. Ia menyimpan jejak ikhtiar, pengorbanan, doa, serta kesungguhan yang terus dirawat dari generasi ke generasi.
Dalam semangat itulah, Shohid Fun Walk dihadirkan sebagai pembuka rangkaian Milad ke-20 PPMI Shohwatul Isad yang akan digelar pada Minggu, 8 Februari 2026 di Kota Makassar.
Pendiri PPMI Shohwatul Isad, Dr. KH. Masrur Makmur Latanro, menyampaikan bahwa, kegiatan ini direncanakan menjadi ruang kebersamaan yang terbuka bagi seluruh civitas akademik Shohwatul Isad, alumni, hingga para orang tua santri.
“Bukan sekadar berjalan santai, Shohid Fun Walk dimaknai sebagai simbol langkah kolektif keluarga besar Shohwatul Isad dalam menyambut usia dua dekade pengabdian di dunia pendidikan dan dakwah,” pungkasnya, Minggu, 1 Februari 2026.
Menariknya, pelaksanaan kegiatan ini bertepatan dengan momentum historis yang sarat makna. Dua puluh tahun silam, tepat pada 9 Muharram 1927 H atau bertepatan dengan 8 Februari 2006, dilakukan upacara peresmian sekaligus peletakan batu pertama pendirian PPMI Shohwatul Isad. Keselarasan waktu ini seakan menjadi penanda bahwa perjalanan Shohwatul Isad senantiasa berpijak pada akar sejarahnya, tanpa tercerabut oleh zaman.
Pihaknya mengaku, sejak awal telah menanamkan pesan mendalam tentang arah perjuangan pesantren ini. Ia pun kerap mengingatkan kaidah fikih klasik yang masyhur.
“Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik, Sebuah prinsip dan semboyan, lalu menjelma sebagai ruh gerak Shohwatul Isad hingga hari ini,” paparnya.
Esensi dari qaidah tersebut tergambar jelas dalam perjalanan dua dekade Shohwatul Isad. Tradisi keilmuan, nilai spiritual, dan akhlak pesantren terus dijaga, seraya diiringi inovasi dalam sistem pendidikan, pengelolaan lembaga, serta penguatan kompetensi santri agar mampu menjawab tantangan zaman.
“Nama Shohwatul Isad sendiri mengandung harapan dan doa untuk bangkit bersama menuju kebahagiaan. Harapan itu kini bukan hanya sebagai cita-cita luhur, melainkan proses yang terus dihidupkan melalui langkah-langkah nyata,” jelasnya.
Ia pun memastikan bahwa, Shohid Fun Walk menjadi metafora sederhana namun kuat bahwa kebangkitan itu dimulai dari langkah yang seirama. “Penuh kebersamaan, dan dilandasi niat yang tulus,” imbuhnya. (fit)





