Menunduk Masuk Rumah di Bawah Menara Listrik Koja...

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah padatnya permukiman warga Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara, sebuah menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) menjulang setinggi 50 hingga 75 meter, berdiri tepat di antara rumah-rumah warga.

Menara kelistrikan itu berada di RT 09 RW 01 Tanah Merah dan dikepung langsung oleh permukiman.

Lahan seluas 10x10 meter yang kini menjadi tapak menara sebelumnya ditempati enam rumah warga yang telah dibongkar.

Sementara itu, sejumlah rumah lain yang berada tepat di depan besi menara harus rela bagian depannya dipangkas hingga dua meter.

Baca juga: Rumah Berpagar Menara Listrik Tegangan Tinggi, Warga Koja Harus Menunduk Saat Masuk

Akibatnya, akses keluar-masuk rumah menjadi terbatas.

Warga mengaku harus menunduk setiap kali melintas agar tidak terbentur besi menara.

Saat hujan turun, suara berdenging dari kabel kerap terdengar dan memicu rasa khawatir. Meski demikian, warga masih bertahan dan beradaptasi dengan kondisi tersebut.

Menunduk masuk rumah

Salah satu warga, Hartoyo (55), mengatakan akses rumahnya tertutup besi menara dengan ketinggian sekitar satu meter.

Kondisi itu membuatnya kesulitan keluar masuk rumah, bahkan tak bisa memarkir sepeda motor di depan rumah.

Baca juga: Potret Pemukiman Padat di Koja, Hidup Berdampingan dengan SUTT

Ia juga kesulitan membawa barang berukuran besar karena terhalang besi.

“Masuk rumah harus nunduk, masukin barang susah cuma ya dipaksain sebisanya aja, cuma, ya, enggak menghambat karena sudah terbiasa," tutur Hartoyo kepada Kompas.com di lokasi, Kamis (29/1/2026).

Meski serba terbatas, Hartoyo mengaku sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. Ia dan warga lainnya telah hidup berdampingan dengan menara SUTT itu selama belasan tahun.

Suara berdenging saat hujan

Hal serupa dirasakan Tian (31), pedagang ayam geprek yang berjualan di sekitar menara. Ia mengatakan sering mendengar suara berdenging seperti sirine saat hujan turun.

"Paling kalau hujan yang bunyi kabelnya aja kayak sirine ambulans kencang dan awal mendengar itu saya takut dan pertama nanya," ucap Tian.

Baca juga: Maling Curi Kabel Lampu Jalan Koja dan Rusak Trotoar

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Warga lain, Marsia, juga mengaku kerap merasa khawatir, terutama saat banjir menggenang. Ia memilih bertahan di dalam rumah dan pasrah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenkes sambut positif MK perkuat KKI dan Kolegium Kesehatan
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Kronologi KKB Papua Tembaki Sopir Truk di Yahukimo
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Teknologi Laser Dukung Kesehatan Pembuluh Darah
• 58 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Garuda Futsal Tertahan Irak, Hector Souto Bongkar Masalah Utama di Lapangan
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Pasca Iman Rachman Mengundurkan Diri, BEI Dorong Reformasi Pasar Modal RI Berkelas Dunia
• 16 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.