Bisnis.com, JAKARTA — PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menargetkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sekitar 5%–10% pada 2026.
CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo mengatakan pertumbuhan pendapatan yang didukung oleh kelanjutan monetisasi unit residensial Antasari Place Tower 1 serta tambahan kontribusi arus kas dari 23 Semarang Shopping Center yang dijadwalkan mulai beroperasi pada semester pertama tahun ini.
"Memasuki 2026, kami menargetkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sekitar 5%–10%, " ujarnya, Sabtu (31/1/2026).
Selain proyek-proyek di atas, INPP juga akan mengembangkan konsep properti low-density lifestyle di Balikpapan sebagai langkah diversifikasi segmen baru.
Pada tahun ini, INPP menetapkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp400 miliar untuk tahun 2026. Capex ini akan difokuskan untuk ekspansi aset dan renovasi properti eksisting.
Distribusi capex pada 2026 mencakup 78% untuk ekspansi dan 22% untuk operasional. Pendanaan berasal dari kombinasi 70% kredit dan 30% dana internal.
Baca Juga
- Indonesian Paradise Property (INPP) Optimistis Cetak Pertumbuhan Dobel Digit
- Paradise Properti (INPP) Andalkan Proyek Hunian Vertikal Kerek Marketing Sales
- Paradise Property (INPP) Buka Mal Baru di Semarang, Beroperasi Kuartal II 2026
Secara lebih terperinci penggunaan capex, sekitar 10% untuk perhotelan, 69% untuk komersial dan 21% penjualan properti.
Anthony menambahkan ke-depan perseroan juga akan melakukan transformasi portofolio sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang untuk mendorong target recurring income 75% dari total pendapatan konsolidasi pada 2026.
Strategi Perusahaan difokuskan pada pembangunan struktur pendapatan yang tangguh secara fundamental dengan ditopang oleh aset-aset penghasil pendapatan di segmen perhotelan dan komersial. Komposisi portofolio ini meningkatkan visibilitas arus kas, serta memperkuat stabilitas kinerja keuangan perseroan.
“Kami akan memperkuat struktur pendapatan dengan menjaga porsi recurring income di kisaran 70%, seiring pengembangan aset yang dilakukan secara konsisten," imbuhnya.
Selain mengoptimalkan kinerja aset eksisting, perseroan juga secara konsisten menjalankan strategi perluasan pasar melalui ekspansi yang terukur dan selektif. Setiap pengembangan proyek dilakukan dengan berorientasi pada kebutuhan pasar serta mempertimbangkan dinamika dan tren industri.
"Pada 2026, kami akan improvement dan ini menjadi prioritas kami, kita akan mengintensifkan capex untuk aset," ujarnya.
Direktur INPP, Surina memperkirakan kontributor utama kinerja pada 2026 akan ditopang oleh segmen komersial dan perhotelan masing-masing sebesar 38%. Sementara untuk penjualan properti diperkirakan akan memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan sebesar 24%.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489046/original/047456600_1769778320-7.jpg)
