Neta Sesuaikan Bisnis di Indonesia, Gaikindo: Mereka Masih Bertahan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara menanggapi proses restrukturisasi di induk perusahaan yang mempengaruhi aktivitas Neta Auto di dalam negeri.

Dirinya menegaskan, merek rintisan asal China itu masih bagian dari anggota Gaikindo. Meski sudah dijelaskan Neta Auto Indonesia bahwa produksi hingga jaringan diler mereka saat ini berhenti beroperasi untuk sementara waktu.

"Secara keanggotaan masih. Mereka kan yang bermasalah di pusatnya, jadi mereka masih bagian dari kita," buka Kukuh ditemui di Jakarta belum lama ini.

Lebih lanjut, dirinya yakin Neta Auto dapat segera pulih untuk menyelesaikan proses restrukturisasi agar lini bisnis pabrikan di dalam negeri dapat kembali berjalan normal. Meski diakui Kukuh belum mendapat laporan terbaru dari perusahaan.

"Tetapi mereka kan sudah ekspansi salah satunya ke Indonesia. Mereka berharap ternyata Indonesia salah satu yang kinerjanya masih ada, jadi mereka berharap itu bisa dipertahankan," terangnya.

Disinggung apakah Neta Auto Indonesia bisa terdepak dari anggota Gaikindo, Kukuh bilang hal tersebut tidak bisa dilakukan secara semena-mena. Sebab, ada proses panjang yang disebutnya perlu dilalui.

"Kalau mereka masih jadi anggota ya tidak bisa. Selama belum ada permintaan, nanti menyalahi kan ada aturannya. Mereka waktu itu datang minta jadi anggota, ya kita tampung, kita bantu," pungkasnya.

Bisnis Neta Auto di ujung tanduk

Operasional bisnis Neta di Indonesia tengah memasuki fase penyesuaian seiring restrukturisasi perusahaan induknya, Hozon Auto yang telah berlangsung di China sejak 2025 dan dikatakan prosesnya berjalan tertib.

PT Neta Auto Indonesia (NAI) menegaskan bahwa keberadaan merek Neta di Indonesia tetap berlanjut. Namun, saat ini operasional dijalankan dengan sistem dan strategi yang disesuaikan dengan kondisi global perusahaan.

Head of Marketing PT NAI, Irvan Mustafa mengatakan pihaknya masih memantau langsung perkembangan restrukturisasi perusahaan induk di negara asal. Katanya, perwakilan perusahaan sempat dikirim untuk mengikuti proses pemulihan bisnis tersebut.

“Jadi untuk 2026 sendiri kalau kita berbicara soal keberadaan itu masih tetap akan ada di Indonesia. Jadi secara ATPM kita masih ada dan saat ini kami tengah fokus benahi after sales,” kata Irvan kepada kumparan, Kamis (22/1/2026).

Dalam penyesuaian operasional tersebut, jaringan diler dan bengkel resmi Neta mengalami perubahan. Saat ini, layanan purna jual Neta dijalankan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

“Kalau berbicara 3S boleh dibilang secara official memang sudah tidak ada. Makanya kami bekerja sama dengan Otoklix yang punya jaringan bengkel tersebar di Indonesia dan ada juga yang lainnya di Tangerang,” imbuhnya.

Tidak hanya sektor purna jual, produksi lokal Neta yang dilakukan di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) juga disebutkan hiatus. Bahkan sudah berhenti sejak sekitar setengah tahun lalu.

"Saat ini (prouksi Neta) berhenti. Berhentinya sudah lama, enam bulan yang lalu. Sementara (mungkin),” ungkap Wakil Presiden Komisaris PT HIM, Jongkie D. Sugiarto, saat ditemui di Jakarta Selatan baru-baru ini.

Meski lini produksi dihentikan, ketersediaan kendaraan dan komponen Neta disebut masih aman. Jongkie menyebut, stok bahan baku dan unit kendaraan yang sudah dirakit masih berada di fasilitas HIM.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Liga Inggris: Pesta Gol di Stadion Elland Road, Arsenal Kembali Unggul 7 Poin
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ditpolairud Polda Metro Pastikan Lalu Lintas Kapal di Muara Angke Terkendali
• 19 jam laludetik.com
thumb
Pendampingan PNM Dirasakan Langsung oleh Perempuan Pesisir Kaltim
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Presiden Setujui Penyusunan Perpres Penilaian Kepatuhan Pelaku Usaha terhadap Bisnis dan HAM
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Teka-teki Tokoh yang Bertemu Prabowo Diungkap Istana
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.