Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa seluruh genangan banjir di wilayah Ibu Kota telah surut per pukul 08.00 WIB, Minggu, 1 Februari 2026, setelah hujan deras dan luapan Sungai Ciliwung sempat merendam 39 RT.
Penanganan Cepat Libatkan Masyarakat dan Instansi TerkaitBanjir yang terjadi sejak Jumat, 30 Januari 2026, terutama melanda wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
Ketinggian air sempat mencapai 3,5 meter di sejumlah titik, termasuk di RT 13/RW 04 Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara.
BPBD mencatat kolaborasi penanganan dilakukan dengan mengerahkan personel, pompa portabel, serta bantuan dari dinas teknis terkait.
“Peran dari unsur masyarakat juga dilibatkan dalam upaya ini seperti RT/RW, FKDM dan tokoh masyarakat lainnya,” jelas BPBD dalam keterangan resminya.
Di beberapa titik di Jakarta Utara, banjir masih bertahan hingga Sabtu siang sebelum akhirnya surut sepenuhnya pada Minggu pagi.
BPBD Imbau Warga Waspada dan Siap Hadapi Cuaca EkstremMeski banjir telah surut, BPBD DKI Jakarta tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan mengingat intensitas hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Warga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 yang dapat diakses gratis dan aktif selama 24 jam jika terjadi kondisi berbahaya.
Sementara itu, upaya jangka panjang mitigasi banjir terus dilakukan, termasuk percepatan proyek normalisasi Sungai Ciliwung sepanjang 17 km yang dikerjakan bersama oleh Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pengendalian banjir di Jakarta dan penguatan sistem respons cepat terhadap bencana perkotaan.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488616/original/049044500_1769758792-WhatsApp_Image_2026-01-29_at_20.07.01.jpeg)