Penulis: Fityan
TVRINews - Maluku Tenggara
BMKG mengonfirmasi aktivitas tektonik tidak berpotensi tsunami meski data masih terus diperbarui.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa tektonik berupa gempa bumi bermagnitudo 5,2 yang melanda wilayah Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada Minggu 1 Februari 2026 pagi.
Berdasarkan parameter teknis yang dirilis, getaran terjadi pada pukul 04.21 WIB atau 06.21 WIT.
Pusat gempa teridentifikasi berada pada koordinat 6.54 Lintang Selatan dan 130.76 Bujur Timur. Titik ini berjarak sekitar 170 kilometer arah barat laut Maluku Tenggara dengan kedalaman sumber gempa mencapai 118 kilometer di bawah permukaan laut.
Meski kekuatan guncangan cukup signifikan, BMKG memastikan bahwa peristiwa ini tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami.
Pernyataan Otoritas dan Prosedur Keamanan
Dalam keterangan resminya melalui platform digital, BMKG menekankan bahwa laporan awal ini disusun dengan mengutamakan kecepatan penyampaian informasi kepada publik.
Oleh karena itu, data dapat mengalami penyesuaian seiring dengan masuknya laporan tambahan dari berbagai sensor di lapangan.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis pernyataan resmi BMKG.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada rincian mengenai pemicu spesifik dari patahan tersebut maupun laporan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa di area terdampak.
Otoritas setempat terus melakukan pemantauan intensif terhadap situasi di lapangan.
Imbauan bagi Masyarakat
Pemerintah melalui BMKG mengimbau warga di wilayah Maluku dan sekitarnya untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh spekulasi atau informasi yang tidak terverifikasi.
Masyarakat disarankan untuk hanya merujuk pada hasil analisis menyeluruh yang dikeluarkan secara resmi oleh lembaga terkait guna menghindari kepanikan yang tidak perlu.
Maluku sendiri merupakan salah satu kawasan di Indonesia yang memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi karena berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik utama.
Editor: Redaktur TVRINews



