Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melaporkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2025. Tercatat bank wong cilik ini telah menyalurkan KUR senilai Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur hingga akhir Desember 2025.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan total KUR yang disalurkan BRI utamanya diarahkan kepada usaha yang mendorong penyerapan tenaga kerja dan memperkuat ketahanan pangan.
“BRI terus berupaya mendorong pertumbuhan sektor UMKM agar tetap sehat dan berkelanjutan sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” kata Akhmad dalam keterangannya, dikutip pada Minggu (1/2/2026).
Akhmad mengungkapkan, penyaluran KUR BRI tetap didominasi oleh sektor produksi, yang mencakup pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan jasa lainnya. Tercatat penyaluran KUR untuk sektor ini mencakup 64,49% dari total penyaluran KUR BRI.
Dia menuturkan, sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp80,09 triliun atau setara 44,97%, dari keseluruhan KUR yang telah disalurkan BRI.
“Capaian ini merefleksikan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil.” ujarnya.
Baca Juga
- Saham BBCA-BBRI Rebound! Sinyal Titik Balik Emiten Bank Jumbo?
- Asing Masih Banting Saham BBCA BBRI Cs, Portofolio Saham Bank Merona
- BRI (BBRI) Catat Penyaluran KPR Subsidi Sentuh Rp16,16 Triliun pada 2025
Dalam menyalurkan pembiayaan KUR, Akhmad menyebut bahwa BRI turut melakukan pendampingan kepada pelaku usaha. Dengan begitu, pelaku usaha tidak hanya mendapat akses permodalan tetapi juga kapasitas usaha yang semakin kuat sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Perseroan juga memastikan pemberian KUR dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel, sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta dapat dipertanggungjawabkan.
Pasalnya, KUR merupakan kredit yang 100% bersumber dari dana bank, atau menggunakan dana perbankan yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat, sehingga kualitas kreditnya harus terjaga dengan baik.
Di sisi lain, penyaluran KUR BRI terhadap sebaran rumah tangga juga meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat hingga Desember 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga tercatat telah mengakses fasilitas KUR BRI, meningkat dibandingkan jangkauan KUR BRI pada 2023 dan 2024 yang mencapai 15 rumah tangga dan 17 rumah tangga.
Adapun sejak 2015 sampai dengan akhir Desember 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.435 triliun kepada 46,4 juta penerima.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan, BRI membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp45,44 triliun hingga November 2025. Realisasi ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 2,50% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp103,40 triliun.
Dari sisi intermediasi, bank "wong cilik" itu telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.306,53 triliun hingga November 2025, meningkat 7,16% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp1.219,21 triliun.
Pada saat yang sama, total dana pihak ketiga (DPK) yang telah dihimpun BRI mencapai Rp1.459,98 triliun, tumbuh 5,28% YoY dari November 2024 yang sebesar Rp1.386,71 triliun.
Pertumbuhan DPK pada periode ini utamanya ditopang oleh simpanan giro yang meningkat 16,13% YoY menjadi Rp440,79 triliun hingga November 2025.




