Konflik Ressa Rizky Rossano dan penyanyi Denada memasuki babak baru setelah munculnya pengakuan di balik proses hukum kasus dugaan penelantaran anak yang sedang berjalan. Di tengah gugatan tersebut, Ressa mengungkap sang ibu mengirimkan pesan singkat kepadanya.
Ressa membenarkan Denada sudah menghubunginya secara langsung melalui pesan teks.
"Bunyinya, 'apa pun yang terjadi, Always Love You'," ujar Ressa kepada awak media di Mampang, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/1).
Meski begitu, pesan manis tersebut justru ditanggapi dingin oleh kuasa hukum Ressa, Ronald Armada.
"Dia baru komunikasi itu setelah ada gugatan ini. Kalau memang dia pernah menyatakan bahwa pernah ada komunikasi sebelum ada gugatan ini, tunjukkan, buktikan. Sederhana kok," ujar Ronald.
Tim hukum Ressa curiga, narasi kasih sayang yang dibangun Denada hanyalah dalih membantah tuduhan penelantaran.
"Berarti sebelum ada gugatan ini, berarti dia kan pernah komunikasi? Itu tidak pernah," ujar Ronald.
"Kalau memang ada komunikasi di awal, komunikasi kasih sayang, mana mungkin Ressa ini memanggil beliau itu dengan sebutan 'Mbak'?" lanjutnya.
Masalah Akta KelahiranPihak Ressa juga membeberkan, ternyata, selama ini identitas Ressa di akta kelahiran tidak mencantumkan nama Denada sebagai ibu.
"Terus yang kedua, kenapa pula akta kelahiran Ressa ini atas nama Didurosa Noerhansah (kakek), bukan Denada Tambunan sebagai ibunya?" ujar Ronald.
Persoalan ini juga menyangkut biaya hidup yang diklaim Denada telah diberikan. Tim hukum Ressa membantah bahwa dana yang dikirim merupakan nafkah sebagai ibu.
"Sekarang kalau dia merasa sudah transfer sejak Januari 2024, terus kewajiban you yang 23 tahun ke mana? Itu pun bukan nafkah kok. Dia sekolah saja putus, tidak dibiayai. Mobil saja tidak dia cicil pembayarannya, sehingga Ressa terdepak dengan leasing," jelas Ronald.
Pihak Ressa kini mendesak Denada untuk tidak hanya mengirim pesan singkat, tetapi berani muncul ke publik secara langsung dan memberikan pengakuan.
"Logika yang paling sederhana itu, kalau you merasa tidak salah, kalau you merasa benar, kenapa sampai sekarang kok masih sembunyi? Kan lucu. Ayo kita berbicara muka per muka, kita formulasikan gimana solusinya secara kekeluargaan," tutup pihak Ressa.



