Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jawa Barat
Lingkungan belajar yang sehat dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh ruang kelas, tetapi juga oleh ketersediaan fasilitas dasar yang digunakan murid setiap hari. Di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, perubahan tersebut kini dirasakan langsung oleh warga sekolah melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), salah satunya melalui pembenahan fasilitas sanitasi sekolah.
Revitalisasi ini memastikan sekolah memiliki toilet yang bersih, layak, dan ramah bagi warga sekolah, seiring dengan peningkatan sarana pembelajaran lainnya. Di SMK Kesehatan Cianjur, fasilitas toilet kini tampil dengan jumlah bilik yang memadai, pencahayaan dan ventilasi yang baik, tata ruang yang rapi, serta material yang mudah dibersihkan. Kehadiran fasilitas tersebut menciptakan rasa aman dan nyaman bagi murid, sekaligus mendorong penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Salah satu siswa SMK Kesehatan Cianjur, Sela, mengaku senang dengan perubahan fasilitas sekolah yang dirasakannya sangat signifikan.
“Alhamdulillah, sekarang fasilitas sekolah jauh lebih nyaman. Musala bersih untuk beribadah dan toiletnya terlihat mewah serta bersih, seperti di hotel,”kata Sela dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 Februari 2026.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh sejumlah sekolah penerima manfaat revitalisasi yang peresmiannya dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Cianjur, Sabtu, 31 Januari 2026.
Kepala SLB Loka Mandiri, Tiara Linduk Intany, menjelaskan bahwa sebelum revitalisasi, keterbatasan ruang menjadi kendala utama dalam kegiatan belajar-mengajar. Ruang kepala sekolah, guru, dan tata usaha bahkan harus digabung dengan ruang kelas menggunakan sekat.
“Setelah revitalisasi, kami memiliki ruang administrasi tersendiri, ruang kelas baru, ruang pembelajaran khusus seperti bina wicara dan sensori integrasi, serta kantin sekolah. Anak-anak terlihat lebih aktif dan orang tua pun merasa lebih tenang,” ungkap Tiara.
SLB Loka Mandiri menerima bantuan revitalisasi senilai Rp1,43 miliar.
Manfaat revitalisasi juga dirasakan SMP Negeri 2 Sukaluyu. Kepala sekolah, Erlina Rosinta, menyampaikan bahwa kondisi sekolah sebelumnya mengalami kerusakan berat, mulai dari plafon, lantai keramik, hingga dinding kelas.
“Melalui revitalisasi tahun 2025, kami mendapatkan rehabilitasi ruang kelas dan ruang UKS baru. Bangunannya kini jauh lebih layak dan anak-anak sangat bahagia,”jelasnya.
Dari sisi murid, Dini Aulia, siswa SMAN 1 Bojongpicung, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, keterbatasan ruang memaksa sekolah menerapkan pembelajaran bergantian pagi dan siang. Bahkan, perpustakaan dan laboratorium komputer sempat dialihfungsikan menjadi ruang kelas.
Sekolah tersebut menerima bantuan revitalisasi senilai Rp3 miliar untuk pembangunan enam ruang kelas baru, ruang administrasi, serta rehabilitasi tiga ruang kelas.
“Kini kami bisa belajar di ruang kelas yang semestinya. Suasananya lebih leluasa dan fokus belajar jadi lebih terjaga,”ujar Dini.
Perubahan signifikan juga dirasakan SMA PGRI Takokan. Salah satu siswa kelas XII, Anggi Nur Amalan, menyebutkan bahwa sebelumnya kondisi atap sekolah sering bocor saat hujan.
“Sekarang sekolah jauh lebih nyaman. Saya jadi lebih semangat dan merasa sekolah seperti rumah kedua,”lanjutnya.
Sekolah ini menerima bantuan Rp2,6 miliar untuk rehabilitasi total 15 ruang kelas, perpustakaan, serta pembangunan ruang administrasi.
Dalam peresmian tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada manfaat jangka panjang bagi ekosistem pendidikan dan masyarakat sekitar. Pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui skema swakelola yang dinilai lebih efisien, akuntabel, tepat waktu, serta melibatkan tenaga kerja dan material lokal.
“Tidak hanya sekolahnya yang dibangun, tetapi roda ekonomi masyarakat sekitar juga ikut bergerak,” tegasnya.
Di Kabupaten Cianjur, sebanyak 83 satuan pendidikan dari berbagai jenjang telah menerima manfaat revitalisasi, meliputi 4 PAUD, 26 SD, 25 SMP, 12 SMA, 12 SMK, 2 SLB, 1 SKB, dan 1 PKBM, dengan total anggaran mencapai Rp106 miliar.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan program revitalisasi satuan pendidikan secara berkelanjutan. Pada 2026, anggaran sebesar Rp14 triliun telah dialokasikan untuk menjangkau 11.700 satuan pendidikan, dengan rencana perluasan hingga 60 ribu sekolah di seluruh Indonesia sesuai arahan Presiden.
“Target Bapak Presiden, sebelum 2029 seluruh sekolah harus dalam kondisi baik. Tidak boleh ada lagi sekolah yang reot dan roboh,” pungkas Abdul Mu’ti.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kemendikdasmen terus memastikan sekolah tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar menjadi ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan bermakna bagi generasi penerus bangsa.
Editor: Redaktur TVRINews




