Pantau - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi lebih relevan dengan kebutuhan industri, mudah diakses, dan mampu membuka lebih banyak peluang kerja serta wirausaha bagi masyarakat.
Transformasi ini mencakup penguatan BLK sebagai klinik produktivitas, talent and innovation hub (TIH), dan inkubator bisnis.
"Transformasi itu mencakup penguatan BLK sebagai klinik produktivitas, talent and innovation hub, serta inkubator bisnis," ujarnya.
Kolaborasi dengan Kampus, Fokus pada Green Jobs dan DisabilitasKementerian Ketenagakerjaan akan menggandeng dunia akademik agar kompetensi SDM yang dilatih di BLK selaras dengan kebutuhan industri terkini.
"Kami akan mengajak dunia kampus untuk menjadikan BLK sebagai klinik produktivitas untuk memenuhi kebutuhan industri dalam dan luar negeri. Misalnya dengan pelatihan di bidang green jobs, smart creative IT skills, dan smart operation," jelas Yassierli.
Sinergi dengan perguruan tinggi juga diarahkan untuk memperkuat fungsi BLK sebagai pusat pelatihan inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas dan pelaku UMKM.
Menaker menekankan bahwa BLK harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menjadi tempat peningkatan kompetensi yang terbuka untuk semua kalangan.
Inkubator Bisnis dan Optimalisasi Sistem PelatihanBLK juga akan diarahkan menjadi inkubator bisnis, tempat warga yang ingin memulai wirausaha mendapat pendampingan dari hulu ke hilir.
"Kemnaker sedang menyiapkan BLK sebagai inkubator bisnis. Yang mau mulai wirausaha akan dicarikan ide bisnisnya apa, siapa kompetitornya, model bisnisnya, strategi pengembangan bisnisnya, dan pemasarannya," ujarnya.
Yassierli juga mengakui bahwa selama ini BLK menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan jumlah penerima manfaat, efisiensi biaya, pembaruan kurikulum, transparansi rekrutmen, sistem jaminan kualitas pelatihan, hingga pelacakan data alumni.
"Optimalisasi BLK ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas BLK yang saat ini dinilai perlu ditingkatkan agar lebih efisien dalam menjawab tantangan pengangguran," tegasnya.


