REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aktivitas pertambangan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mendorong pelaksanaan sejumlah program lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sepanjang 2025 yang menyasar pendidikan, kesehatan dasar, serta penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Program tersebut menjangkau ribuan warga di enam desa dan kelurahan, di tengah kebutuhan peningkatan layanan publik di wilayah lingkar tambang.
Di sektor pendidikan, tercatat 12 putra-putri daerah Dairi mengikuti program beasiswa luar negeri ke Guangdong Polytechnic of Industry and Commerce (GDPIC), China. Program ini berlanjut pada 2026 setelah enam putra daerah dinyatakan lulus seleksi dan memasuki masa persiapan keberangkatan.
- Pertamina Patra Niaga Raih Rating ESG A, Perkuat Komitmen Keberlanjutan Menuju NZE 2060
- BMH–PT IAD Perkuat Pilar Sosial ESG Lewat Respons Musim Dingin di Gaza Utara
- Skor ESG Terus Meningkat, Pertamina Kokoh Peringkat 1 Dunia di Sub Industri Integrated Oil and Gas
Upaya peningkatan akses pendidikan juga dilakukan di tingkat lokal melalui pengembangan Taman Baca Sekolah di sekitar wilayah operasional tambang guna mendorong literasi anak sejak usia dini.
Pada aspek kesehatan masyarakat, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan di enam desa dan kelurahan di Kecamatan Silima Pungga-Pungga. Program tersebut menyasar sekitar 1.200 penerima manfaat yang terdiri dari balita dan lansia, seiring masih ditemukannya tantangan pemenuhan gizi dan layanan kesehatan dasar di kawasan pedesaan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Di sektor ekonomi, lebih dari 120 petani dari enam desa terlibat dalam program pengembangan pertanian melalui pelatihan budidaya kakao, durian, dan kopi. Selain pelatihan, petani juga menerima bantuan bibit tanaman, sementara Pemerintah Kabupaten Dairi memperoleh 10.000 bibit kemiri untuk mendukung keberlanjutan pertanian lokal.
Chief Legal and External Relations Officer PT Dairi Prima Mineral, Radianto Arifin, menyatakan program tersebut digelar agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “PT Dairi Prima Mineral berupaya untuk terus hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat. Melalui program-program yang dijalankan secara berkelanjutan, kami berharap dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung serta mendukung peningkatan kapasitas dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ujarnya dalam keterangan, Sabtu (31/1/2026).
Selain di wilayah lingkar tambang, bantuan juga disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumatra Utara dan Aceh. Bantuan meliputi kebutuhan dasar hingga bantuan tunai sebesar Rp100 juta untuk mendukung pemulihan pascabencana.



