Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Cianjur
Sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Cianjur kini memiliki ruang praktik yang dirancang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, proses pembelajaran tidak lagi berfokus pada teori semata, tetapi memberi pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan aplikatif bagi peserta didik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan bermutu harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam membekali peserta didik dengan keterampilan fungsional dan produktif yang sesuai dengan potensi serta kondisi daerah masing-masing.
“Revitalisasi ini tidak hanya tentang membangun gedung, tetapi juga memperkuat sistem pembelajaran dan ekosistem pendidikan yang mendukung kualitas proses belajar,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 Februari 2026.
Ia menambahkan, pemerintah terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
“Membangun gedung bukan sekadar membangun fisik, tetapi membangun peradaban dengan gedung yang berkualitas. Dengan fasilitas yang semakin baik, kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan pun akan meningkat,”jelasnya.
Manfaat revitalisasi dirasakan langsung oleh SMK Kesehatan Cianjur yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi pada 2022.
Kepala SMK Kesehatan Cianjur, Fajar Ferdiana, menjelaskan bahwa kerusakan pada ruang kelas dan fasilitas praktik sempat menghambat kegiatan pembelajaran.
Melalui bantuan revitalisasi tahun 2025 senilai Rp2,3 miliar, sekolah tersebut kini memiliki ruang kelas yang telah direhabilitasi, ruang praktik siswa (RPS) Farmasi Klinis dan Komunitas yang baru, fasilitas sanitasi yang memadai, serta ruang ibadah yang lebih representatif.
Menurut Fajar, keberadaan fasilitas baru membuat pembelajaran menjadi lebih efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang layanan kesehatan.
“Kami berkomitmen memanfaatkan dan merawat sarana prasarana ini untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan peradaban melalui pendidikan yang berkualitas,”ungkap Fajar.
Penguatan relevansi dengan dunia industri juga dilakukan di SMK Negeri 1 Cidaun. Kepala SMKN 1 Cidaun, Muhamad Alwi, menyampaikan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi bangunan sekolah mengalami banyak kerusakan, seperti atap bocor dan plafon runtuh, sehingga mengurangi kenyamanan belajar.
Melalui bantuan revitalisasi senilai Rp4,1 miliar, sekolah tersebut merehabilitasi 14 ruang kelas serta membangun ruang praktik siswa (RPS) Nautika Kapal Penangkapan Ikan. Selain itu, dilakukan pula pembangunan dan rehabilitasi toilet, ruang UKS, serta ruang bimbingan dan konseling.
Alwi menjelaskan, RPS Nautika dirancang berdasarkan standar dan kebutuhan industri yang telah dibahas bersama mitra DUDI. Di ruang tersebut, siswa dapat berlatih membaca peta pelayaran, merancang alat tangkap ikan, hingga menyusun perencanaan pelayaran.
“Dengan fasilitas ini, kompetensi siswa semakin relevan dengan kebutuhan industri dan peluang kerja setelah lulus,”kata Alwi.
Sementara itu, siswa kelas XII Konsentrasi Keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas SMK Kesehatan Cianjur, Sela Pratiwi, menuturkan bahwa ruang praktik baru disusun menyerupai fasilitas pelayanan kesehatan sesungguhnya, mulai dari alur klinik hingga layanan apotek.
“Pengaturan ruang yang mendekati kondisi nyata sangat membantu kami saat praktik dan persiapan ujian Lembaga Sertifikasi Kompetensi. Ini juga menjadi bekal penting sebelum masuk dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkap Sela.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong SMK menjadi pusat pembelajaran vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Dengan dukungan sarana praktik yang relevan serta kolaborasi erat dengan DUDI, SMK diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, siap kerja, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.
Editor: Redaktur TVRINews




