Bendungan Jebol, Lahan Sawah di Sukabumi Terdampak Banjir dan Terancam Gagal Panen

mediaindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

TANAMAN padi milik warga di Kampung Lembursawah RT 017/05 Desa Cijurey Kecamatan Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terancam gagal panen. Pasalnya, lahan sawah terendam banjir akibat jebolnya bendungan di wilayah itu saat hujan deras.

Berdasarkan informasi, jebolnya Bendungan Leuwibenda terjadi pada Sabtu (31/1). Hujan sangat lebat yang mengguyur wilayah tersebut mengakibatkan air meluap.

Parahnya, arus deras aliran sungai mengakibatkan bendungan tergerus hingga akhirnya jebol. Luapan air merendam puluhan hektare lahan sawah di Sukabumi. 

Baca juga : BPBD Waspadai Potensi Banjir Rob di Pesisir Pantai Selatan Sukabumi

"Kejadiannya sekitar pukul 04.30 WIB. Ini merupakan akumulasi karena sejak beberapa hari terakhir hujan berlangsung cukup lebat. Pada Sabtu, hujan sangat lebat hingga mengakibatkan bendungan jebol. Lahan sawah di wilayah sekitar terancam gagal panen," kata Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, Minggu (1/2).

Banjir permukiman

Pada waktu bersamaan, di lokasi lain juga terjadi bencana dampak curah hujan tinggi. Di Kecamatan Cikidang, puluhan rumah di dua RW terendam banjir. 

Daeng menyebutkan, banjir di Kecamatan Cikidang pada Sabtu (31/1) mengakibatkan puluhan rumah di Kampung Cikidang Hilir di RW 002 dan 003 Desa Cikidang terendam. Kondisi itu dipicu meluapnya aliran sungai di sekitar permukiman warga.

Baca juga : Rakor Penanganan Darurat Bencana, Tindakan Cepat dan Efektif Penuhi Kebutuhan Warga Terdampak

"Sejak sore hujan berlangsung sangat lebat di wilayah hulu. Volume air meningkat drastis sehingga meluap sampai ke permukiman warga," ujar Daeng.

Hasil pendataan sementara, sedikitnya ada 21 rumah yang terendam di dua RW. Warga sempat mengungsi ke tempat lebih aman.

Daeng menegaskan, BPBD terus memantau perkembangan kondisi cuaca yang cenderung cukup ekstrem akhir-akhir ini. Berdasarkan prediksi BMKG, cuaca ekstrem masih berpotensi hingga beberapa waktu ke depan.

"Kami siap siaga menghadapi berbagai dampak yang berpotensi terjadi akibat cuaca ekstrem," pungkasnya.(H-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nisfu Syakban 2026: Ini Jadwal Puasa, Niat dan Tata Cara Salat, serta Keutamaannya
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Barantum WhatsApp Coexistence: WhatsApp Business & API dalam Satu Nomor
• 14 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Arsenal Bungkam Kritik, Kemenangan Telak atas Leeds Jadi Jawaban Mentalitas Juara
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Friderica Widyasari Jadi Ketua dan Wakil Ketua Pengganti Mahendra Akan Lakukan Penajaman terhadap Seluruh Kebijakan
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gagal Menyalip, Pemotor Dilindas Truk
• 7 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.