Liputan6.com, Jakarta - Penyumbang utama timbunan sampah di Jawa Barat, didorong Indonesia Business Council fot Sustainable Development (IBCSD) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan strategi khusus guna menekan susutan dan sisa pangan di daerah tersebut.
Direktur Eksekutif IBCSD Indah Budiani mengatakan, Jawa Barat memiliki sebuah pulang besar menjadi percontohan nasional dalam penanganan susut dan sisa pangan, mengingat besarnya jumlah untuk penduduknya, ekonomi pangan, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah.
Advertisement
"Susut dan sisa pangan bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga isu efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan usaha," ujar Indah, dikutip dari Antara, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, penanganan susut dan sisa pangan perlu dilakukan lewat kemitraan lintas sektor, khususnya antara sektor publik dan swasta agar upayanya dalam pengurangan dapat berjalan lebih terukur dan berdampak dengan nyata.
Melalui program Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan (GRASP) menuju 2030, IBCSD mendorong kolaborasi multipihak yang sejalan dengan target untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), 12.3 tentang pengurangan sampah makanan.
Sebagai bagian dari upaya yang dilakukan, IBCSD bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar forum dialog untuk memperkuat kemitraan publik dan swasta dalam penanganan susut dan sisa pangan.
"Forum ini ditujukan untuk mendukung sistem pangan berkelanjutan serta pengembangan ekonomi hijau di Jawa Barat," ucap Indah.



