Profil Friderica Widyasari Dewi, Mantan Artis Sinetron yang Jadi Kepala OJK Baru

grid.id
10 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Profil Friderica Widyasari Dewi mendadak menjadi sorotan publik nasional setelah resmi ditunjuk sebagai pejabat sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penunjukan tersebut dilakukan di tengah situasi pasar keuangan yang bergejolak dan membutuhkan kepemimpinan yang kuat.

Sosok yang akrab disapa Kiki Widyasari ini bukanlah figur baru di dunia pasar modal dan pengawasan keuangan. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang di sektor jasa keuangan nasional.

Menariknya, sebelum meniti karier profesional, Friderica juga pernah dikenal sebagai artis sinetron populer. Berikut profil Friderica Widyasari Dewi yang kini dipercaya memimpin OJK di masa transisi.

Resmi Ditunjuk sebagai Kepala OJK Sementara

Berdasarkan hasil rapat Dewan Komisioner OJK yang digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026, Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Keputusan ini diambil menyusul pengunduran diri sejumlah pejabat strategis OJK.

Penunjukan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK serta diperkuat oleh Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan Nomor 4 Tahun 2023. Dalam keterangannya, Friderica menyampaikan bahwa keputusan itu merupakan hasil musyawarah Dewan Komisioner OJK. Meski menduduki jabatan strategis tersebut, ia tetap menjalankan tugas lamanya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.

Penetapan Friderica Widyasari Dewi sebagai pejabat pengganti ini dilakukan setelah empat pejabat utama OJK mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari 2026. Mereka adalah Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, serta dua anggota dewan komisioner lainnya, Inarno Djajadi dan I.B. Aditya Jayaantara.

Keputusan pengunduran diri tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral atas volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dalam situasi tersebut, OJK menunjuk Friderica sebagai figur yang dinilai mampu menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar. Penunjukan ini semakin menegaskan pentingnya memahami profil Friderica Widyasari Dewi sebagai pemimpin sektor keuangan.

Profil Friderica Widyasari Dewi

Dalam profil Friderica Widyasari Dewi, latar belakang pendidikan menjadi salah satu fondasi utama kariernya. Wanita kelahiran Cepu, 28 November 1975 ini merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2001.

Ia kemudian melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) bidang keuangan dari California State University, Fresno, pada 2004. Tidak berhenti di situ, Friderica kembali ke UGM dan berhasil meraih gelar doktor bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan pada 2019 dengan predikat cumlaude.

 

Sebelum menempuh pendidikan doktoral, Friderica juga aktif sebagai dosen tamu dan asisten dosen di berbagai perguruan tinggi. Seperti saja seperti di Universitas Indonesia, Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, dan Universitas Trilogi.

Karier Panjang di Pasar Modal dan Keuangan

Profil Friderica Widyasari Dewi semakin kuat dengan rekam jejak panjangnya di dunia pasar modal. Karier profesionalnya di sektor keuangan dimulai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2005. Ia mengemban berbagai jabatan strategis, mulai dari Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan hingga Sekretaris Perusahaan BEI pada periode 2007–2009.

 

Pada 2009, Friderica diangkat sebagai Direksi BEI dan dipercaya menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI hingga 2015. Bahkan, pada 2008 ia sempat menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Setelah dari BEI, Friderica melanjutkan kariernya di self-regulatory organization lain, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ia menjabat sebagai Direktur Keuangan pada 2015–2016, lalu dipercaya sebagai Direktur Utama KSEI pada 2016–2019.

Selepas dari KSEI, Friderica Widyasari Dewi menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer BRI Danareksa Sekuritas pada periode 2020–2022. Pada 2019, ia juga mengantongi sertifikat Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang dikeluarkan oleh OJK.

Pada 2022, Friderica resmi menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022–2027 setelah lolos uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI. Ia kemudian dipercaya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, posisi yang masih ia emban hingga kini.

Menariknya, profil Friderica Widyasari Dewi juga mencatat perjalanan karier yang tidak lazim bagi pejabat keuangan. Sebelum dikenal sebagai profesional pasar modal, ia pernah berkiprah sebagai aktris sinetron.

Dikutip dari Kompas.com, Minggu (1/2/2026), Friderica membintangi sejumlah sinetron populer seperti Janjiku, Selendang Sutera Biru, Bulan Bukan Perawan, hingga serial kolosal legendaris Angling Dharma dan Panji. Pengalaman ini membuatnya dikenal luas publik bahkan sebelum memasuki dunia keuangan.

Figur Kunci OJK di Masa Transisi

Penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai pejabat pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK berlaku efektif mulai Jumat, 31 Januari 2026. Selain Friderica, sebagai dikutip dari Kompas TV, OJK juga menunjuk Hasan Fawzi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman teknokratis, dan kepemimpinan yang matang, profil Friderica Widyasari Dewi mencerminkan sosok yang dinilai mampu mengawal OJK di tengah tantangan pasar keuangan nasional. Kini, publik menanti langkah-langkah strategisnya dalam menjaga stabilitas dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan Indonesia. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Adira Finance (ADMF) Bidik Pertumbuhan Pembiayaan 2026 Hingga 12%
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Menanti Kejutan dan Rekor Baru di Grammy Awards 2026
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pengidap Asam Urat Hati-hati Pilih Sayur, 3 Jenis Ini Wajib Dikonsumsi
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pelita Jaya Kudeta Puncak Klasemen Usai Tundukkan Satria Muda di Bandung
• 2 jam lalupantau.com
thumb
MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025/26 Lahirkan Dua Juara Baru
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.