GenPI.co - Sebuah studi membuktikan bahwa tes darah tusuk jari bisa digunakan untuk mendeteksi diabetes tipe 1 pada anak sebelum gejala muncul.
Dilansir PA Media, Sabtu (31/1), temuan ini membuka peluang untuk program skrining yang lebih luas di masa depan.
Studi ini menunjukkan bahwa anak-anak bisa didiagnosis pada tahap paling awal diabetes tipe 1 (T1).
Peneliti mengatakan hasil ini bisa mengubah cara diagnosis dan pengobatan T1.
Saat ini, banyak anak baru terdiagnosis ketika kondisi mereka sudah masuk darurat medis.
Studi Early Surveillance for Autoimmune Diabetes (Elsa), yang dipimpin Universitas Birmingham, menilai kelayakan skrining T1 di Inggris.
Hasil dua tahun pertama penelitian telah dipublikasikan dalam The Lancet Diabetes and Endocrinology.
Anak-anak usia 3-13 tahun tanpa T1 diundang memberikan sampel darah tusuk jari yang diperiksa untuk antibodi pra-gejala.
Anak-anak yang berpotensi berisiko menjalani tes lanjutan, termasuk tes toleransi gula.
Dari 17.283 tes, sebanyak 200 anak ditemukan memiliki penanda risiko T1.
Jika disetujui regulator, beberapa anak mungkin mengakses teplizumab, obat imunoterapi yang bisa menunda kebutuhan insulin.
Pakar diabetes dari Universitas Birmingham Parth Narendran mengatakan pihaknya bisa mengidentifikasi anak-anak pada tahap awal dan mencegah diagnosis darurat.
Narendran menyebut klinik akan membantu anak-anak mengetahui kapan harus memeriksa kadar glukosa, mengenali gejala, dan memulai terapi insulin tepat waktu.
"Begitu mereka mulai menggunakan insulin, transisi ke klinik akan berjalan lancar," katanya.
Program ini juga membuka peluang bagi terapi baru di masa depan, memungkinkan anak tetap berada di tahap awal diabetes tanpa insulin.
Di Inggris, sekitar 400.000 orang menderita T1, termasuk seperempat anak yang baru terdiagnosis dalam keadaan darurat. (*)
Jangan lewatkan video populer ini:




