JAKARTA, DISWAY.ID – Isu penyebaran Virus Nipah yang mulai meresahkan di tingkat global, khususnya dari wilayah India, ternyata belum menggoyahkan sektor pariwisata tanah air.
Hingga awal Februari 2026, arus kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) masih berjalan normal tanpa adanya gelombang pembatalan perjalanan.
BACA JUGA:Jadi Tersangka Penganiayaan Anggota Banser, Habib Bahar Diperiksa 4 Februari
BACA JUGA:Habiburokhman: Narasi Polri di Bawah Kementerian Sengaja Dibuat untuk Melemahkan Prabowo
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, memastikan bahwa situasi di lapangan masih sangat kondusif. Meskipun kabar mengenai virus mematikan ini mulai menjadi perbincangan hangat, para pelancong tampaknya belum terpengaruh untuk membatalkan rencana liburan mereka ke Indonesia, khususnya ke Bali.
"Nanti kita komunikasi dengan Kemenkes, tapi saat ini belum sih, belum ada pembatalan," ujar Ni Luh dalam keterangan resminya, Minggu 1 Februari 2026.
Pernyataan Ni Luh didukung oleh data riil di lapangan. Berdasarkan laporan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar, jalur penerbangan dari India negara yang saat ini menjadi sorotan kasus Nipah masih tergolong sibuk.
Sepanjang Januari 2026, angka kunjungan dari rute India tercatat stabil di kisaran 500 hingga 600 orang per hari.
BACA JUGA:AEI Dukung Agenda Reformasi Pasar Modal, Tekankan Pentingnya Transisi yang Terukur dan Berkelanjutan
BACA JUGA:Bangkit Pasca Gempa, Revitalisasi Sekolah di Cianjur Capai Rp106 M
Jika diakumulasikan hingga tanggal 28 Januari kemarin, total sudah ada 19.635 wisman dari rute tersebut yang mendarat di Bali.
Angka ini menunjukkan bahwa bisnis berjalan seperti biasa di tengah isu kesehatan yang berkembang.
Terkait langkah preventif berupa pembatasan kunjungan, Ni Luh menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tidak akan mengambil keputusan sepihak.
Pihaknya memilih posisi menunggu arahan teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai otoritas utama dalam penanganan wabah.
"Kami tak ingin salah mengambil langkah dalam menyikapi kemunculan Virus Nipah di luar negeri," tegasnya.
- 1
- 2
- »



