Danantara Bersiap Jadi Pemegang Saham BEI, Persentasenya Masih Dikaji

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan pihaknya sedang bersiap masuk menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) usai demutualisasi. Saat ini, rencana persentase kepemilikan masih dihitung.

Demutualisasi adalah proses perubahan status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO) yang dimiliki oleh perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB), menjadi entitas berbentuk perusahaan yang dapat dimiliki oleh publik atau pihak lain.

“Mengenai demutualisasi kita tentunya akan mempelajari terlebih dahulu berapa persen yang kita ingin masuk, kan kita juga punya kriteria-kriteria pada saat kita masuk dan berinvestasi, dan kami lihat juga kan hampir di semua bursa lainnya di dunia ini SWF-nya itu kan memang ikut ya,” kata Rosan dalam Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Minggu (1/2)

“Range-nya bisa 15 persen, ada yang 25 persen, ada yang 30 persen ada yang lebih dari itu ya,” tambahnya.

Senada, CIO Danantara Pandu Sjahrir menjelaskan sudah banyak bursa di berbagai dunia yang melakukan demutualisasi. Ia mencontohkan langkah tersebut sudah dilakukan di Singapura, Malaysia, sampai India. Meski sudah demutualisasi, nantinya aturan juga tetap dibuat oleh regulator.

“Peraturan yang dibuat dilakukan oleh regulator. Kalau misal di Singapura, ada juga namanya financial service authority. Di sini namanya OJK, OJK yang melakukan peraturan. Pemegang saham ya fokus kepada for profit untuk institusi itu," kata Pandu.

Pandu mengakui ada dampak negatif dan positif dari demutualisasi “Kalau dilihat memang dari sisi positif dan minusnya, demutualisasi ini sudah terbukti banyak sekali nilai positifnya,” kata Pandu.

Pandu Sebut Danantara Sudah Aktif Jadi Investor di BEI Sejak Desember 2025

Pandu mengungkapkan Danantara sudah aktif menjadi investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Desember 2025. Ia memastikan lembaga pengelola investasi tersebut akan lebih aktif lagi ke depannya dalam berinvestasi.

“Kita akan menjadi active participant di pasar modal Indonesia, baik di bond market dan di public equity market. Jadi bisa saya lapor juga, Bu Kiki (Friderica), kita sudah dari akhir Desember (2025) sudah mulai berinvestasi,” ungkap Pandu.

Pandu menyebutkan Danantara berinvestasi di pasar modal tidak secara langsung, tetapi melalui manajer investasi. Ia menuturkan langkah itu merupakan strategi Danantara dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia selama enam bulan ke depan.

“Memang tidak langsung, karena kami juga ingin crowd in para pemain yang ada, dan jumlahnya memang signifikan. Kita juga memberi arahan dari kami kepada manajer-manajer investasi yang kami tunjuk, yaitu tolong dibeli saham yang memiliki good growth, good fundamental, good liquidity. Itu juga sangat penting dan juga make sure it has good cash flow,” tutur Pandu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Atmosfer Futsal Bikin Merinding! Shayne Pattynama Puji Fans Indonesia
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Piala Futsal Asia 2026: Imbang 1-1 dengan Irak, Indonesia ke Perempat Final sebagai Juara Grup
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat, Pemerintah Percepat Reformasi Pasar Modal
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Berantas Saham Gorengan, Menkeu Purbaya Siapkan PMK Baru untuk Investasi Dapen
• 6 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.