Jakarta (ANTARA) - Personel TNI AD bersama warga setempat bergotong royong membangun masjid sementara atau masjid darurat di Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Gayo Lues, Aceh agar masyarakat sekitar dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman pasca-bencana.
“Pembangunan masjid tersebut sudah dimulai sejak awal pekan ini dan masih berlanjut hingga Minggu (1/2). Di lokasi, prajurit TNI AD dari Yonif TP 855/Raksaka Dharma dan warga mempersiapkan lahan dengan menyekop tanah,” tulis keterangan Tim Media Presiden di Jakarta, Minggu.
Personel TNI AD juga terjun langsung membersihkan lingkungan sekolah, memperbaiki instalasi listrik di puskesdes, menggali sumur air bersih untuk warga, hingga melakukan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat di Desa Tetingi.
Di berbagai lokasi lain, personel TNI AD juga membersihkan rumah warga, sekolah dan pondok pesantren, serta fasilitas umum. Mereka memperbaiki jalan, membangun jembatan, hingga membangun hunian sementara dan tetap.
Baca juga: Pemerintah kembali terjunkan 396 nakes cadangan ke lokasi bencana Aceh
Langkah tersebut merupakan komitmen TNI AD dalam mendukung pemulihan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Presiden RI Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa pemerintah tak akan meninggalkan masyarakat yang sedang kesusahan.
Sebelumnya, Personel TNI dan warga bersinergi untuk mempercepat proses perbaikan jembatan-jembatan di Aceh agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari imbas bencana banjir dan longsor yang meluluhlantakkan wilayah tersebut.
Sinergi tersebut tampak di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Sabtu (31/1). Para prajurit TNI bergotong royong dengan warga setempat untuk mengangkut material dan mengecor fondasi jembatan.
Pemandangan serupa tampak di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Bersama warga setempat, para prajurit TNI sedang mengecor fondasi untuk jembatan gantung.
Demikian juga di Desa Ara Bungong, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Para prajurit bahu-membahu dengan warga setempat untuk membangun jembatan gantung. Mereka sedang menyelesaikan bagian fondasi.
Baca juga: TNI dan warga sinergi perbaiki jembatan di Aceh
Baca juga: Masuk fase pemulihan, pemerintah percepat huntara untuk warga di Aceh
“Pembangunan masjid tersebut sudah dimulai sejak awal pekan ini dan masih berlanjut hingga Minggu (1/2). Di lokasi, prajurit TNI AD dari Yonif TP 855/Raksaka Dharma dan warga mempersiapkan lahan dengan menyekop tanah,” tulis keterangan Tim Media Presiden di Jakarta, Minggu.
Personel TNI AD juga terjun langsung membersihkan lingkungan sekolah, memperbaiki instalasi listrik di puskesdes, menggali sumur air bersih untuk warga, hingga melakukan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat di Desa Tetingi.
Di berbagai lokasi lain, personel TNI AD juga membersihkan rumah warga, sekolah dan pondok pesantren, serta fasilitas umum. Mereka memperbaiki jalan, membangun jembatan, hingga membangun hunian sementara dan tetap.
Baca juga: Pemerintah kembali terjunkan 396 nakes cadangan ke lokasi bencana Aceh
Langkah tersebut merupakan komitmen TNI AD dalam mendukung pemulihan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Presiden RI Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa pemerintah tak akan meninggalkan masyarakat yang sedang kesusahan.
Sebelumnya, Personel TNI dan warga bersinergi untuk mempercepat proses perbaikan jembatan-jembatan di Aceh agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari imbas bencana banjir dan longsor yang meluluhlantakkan wilayah tersebut.
Sinergi tersebut tampak di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Sabtu (31/1). Para prajurit TNI bergotong royong dengan warga setempat untuk mengangkut material dan mengecor fondasi jembatan.
Pemandangan serupa tampak di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Bersama warga setempat, para prajurit TNI sedang mengecor fondasi untuk jembatan gantung.
Demikian juga di Desa Ara Bungong, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Para prajurit bahu-membahu dengan warga setempat untuk membangun jembatan gantung. Mereka sedang menyelesaikan bagian fondasi.
Baca juga: TNI dan warga sinergi perbaiki jembatan di Aceh
Baca juga: Masuk fase pemulihan, pemerintah percepat huntara untuk warga di Aceh



