Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan berulang yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terbaru pada Sabtu (31/1) yang menyasar kawasan sipil dan fasilitas publik.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menilai serangan tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku.
“Indonesia mengecam keras serangan berulang Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terbaru pada 31 Januari 2026, yang menyasar kawasan sipil dan fasilitas publik,” tulis Kemlu di akun resmi X-nya, Minggu (1/2).
Kemlu menegaskan, tindakan Israel tersebut merupakan pelanggaran terhadap komitmen gencatan senjata yang telah disepakati bersama.
“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku,” katanya.
Indonesia juga menyerukan agar Israel menjalankan kewajibannya untuk menghormati gencatan senjata secara penuh.
“Indonesia menyerukan kepada Israel, sebagai pihak dalam kesepakatan gencatan senjata, untuk memenuhi kewajibannya dan sepenuhnya menghormati kesepakatan tersebut,” ujar Kemlu.
Menurut Kemlu, pelanggaran sepihak tidak hanya memperparah kondisi kemanusiaan di Gaza, tetapi juga menghambat upaya menuju stabilitas dan penyelesaian politik jangka panjang.
“Pelanggaran sepihak tidak hanya memperburuk penderitaan warga sipil Gaza, tetapi juga merusak kepercayaan dan secara langsung menghambat upaya mewujudkan stabilitas dan penyelesaian politik yang berkelanjutan,” tandasnya.
Sebelumnya, serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza pada Sabtu (31/1). Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan sedikitnya 32 warga Palestina meninggal dunia akibat serangan tersebut. Mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan.
“Jumlah korban tewas sejak fajar hari ini meningkat menjadi 32 orang, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan,” kata Badan Pertahanan Sipil Gaza, dilansir AFP, Minggu (1/2).
Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, menyebut sejumlah lokasi sipil menjadi sasaran serangan.
“Apartemen tempat tinggal, tenda-tenda, tempat penampungan, dan sebuah kantor polisi menjadi target serangan,” ujarnya.




