Investor Asing Berpeluang Jadi Pemegang Saham BEI, Begini Penjelasan Danantara

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Mencuat soal isu investor asing bisa berpeluang jadi pemegang sahan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Sontak, hal ini menyedot perhatian hingga komentar publik dan elite politik.

Kabar investor asing bisa berpeluang jadi pemegang sahan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) itu ternyata dilontarkan Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani.

Kata dia, perusahaan asing berpeluang menjadi pemegang saham di BEI setelah proses demutualisasi rampung.

Karena menurutnya, skema kepemilikan tersebut bukan hal baru karena telah diterapkan di banyak bursa efek dunia. 

Demutualisasi dinilai akan membawa perubahan fundamental pada struktur kepemilikan dan tata kelola pasar modal.

"Ya memang itu emang di (bursa efek) lain seperti itu, jadi ini dipisahkan antara anggota dan kepemilikan, karena sekarang kan anggota dan kepemilikan itu gabung dimiliki oleh sebagian besar sekuritas-sekuritas. Nah, oleh sebab itu ini dibuka supaya lebih baik dan lebih transparan," jelas Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Untuk diketahui, pemerintah tengah mempercepat penyelesaian aturan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) agar bisa diproses pada tahun 2026 ini.

Sebagaimana diketahui, demutualisasi merupakan proses perubahan status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO) yang dimiliki perusahaan sekuritas anggota bursa, menjadi entitas berbentuk perusahaan yang dapat dimiliki publik atau pihak lain.

Skema itu bertujuan memisahkan kepentingan anggota bursa dan pengelola bursa untuk mengurangi potensi benturan kepentingan.

Kemudian Rosan mengatakan, Sovereign Wealth Fund (SWF) di berbagai negara umumnya juga memiliki porsi kepemilikan di bursa efek. Maka dari itu, keterlibatan lembaga investasi di negara lain dinilai sebagai praktik yang lazim dalam pengelolaan bursa modern.

Terkait potensi keterlibatan Danantara, Rosan mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu sebelum memutuskan besaran kepemilikan apabila ikut berinvestasi..

Evaluasi tersebut bakal mempertimbangkan sejumlah kriteria, termasuk aspek valuasi dan kebijakan investasi yang berlaku.

"Mengenai demutualisasi kita akan mempelajari terlebih dahulu seberapa persen kita ingin masuk. Kan kita juga tentunya lihat kriteria-kriteria pada saat kita masuk, dan berinvestasi," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Red Notice Riza Chalid Dikeluarkan di Prancis, Orangnya di Mana?
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Modal Changan Deepal S07 Sasar Konsumen Profesional Melek Teknologi
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Bogor Hornbills Torehkan Start Terbaik Sepanjang Keikutsertaan di IBL Usai Tundukkan RANS
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Emas di Pegadaian lanjutkan tren penurunan harga awal Februari ini
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Dortmund tempel Bayern setelah tekuk Heidenheim 3-2
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.