Khamenei: Serangan ke Iran akan Picu Perang Regional

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap serangan terhadap negaranya akan mengakibatkan “perang regional.” Ini ia sampaikan menanggapi ancaman AS yang telah menumpuk aset militer di Timur Tengah. 

“Mereka harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, maka itu akan menjadi perang regional,” kata pemimpin berusia 86 tahun itu kepada massa di pusat kota Teheran pada Ahad (1/2/2026) dilansir Aljazirah.

Mengabaikan ancaman terhadap keselamatannya, Khamenei berbicara di depan sejumlah besar pendukung yang berkumpul untuk memperingati ulang tahun kembalinya Ayatollah Ruhollah Khomeini ke Iran dari pengasingan di Perancis pada 1979. Kepulangan itu memicu Revolusi Iran dan lengsernya penguasa yang didukung AS, Mohammad Reza Shah Pahlavi. 

Khamenei mengatakan AS ingin “melahap” Iran dan sumber daya minyak dan gas alamnya yang melimpah, seraya menambahkan bahwa apa yang terjadi selama protes anti-pemerintah baru-baru ini “mirip dengan kudeta” karena sejumlah besar kantor pemerintah, bank, dan masjid diserbu. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pemimpin tertinggi menggambarkan kerusuhan mematikan itu sebagai “hasutan” lain, sebuah istilah yang sebelumnya ia gunakan untuk Gerakan Hijau tahun 2009 dan protes serupa lainnya. "Penghasutan baru-baru ini mirip dengan kudeta. Tentu saja, kudeta tersebut berhasil dipadamkan," kata Khamenei. 

“Tujuan mereka adalah untuk menghancurkan pusat-pusat sensitif dan efektif yang terlibat dalam menjalankan negara, dan karena alasan ini, mereka menyerang polisi, pusat pemerintahan, fasilitas [Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC], bank dan masjid serta membakar salinan Alquran.”

Sementara, Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran sedang berbicara dengan AS, mengisyaratkan kesepakatan yang akan menghindari penggunaan serangan militer. Komentar presiden AS tersebut muncul ketika Washington mengerahkan kelompok tempur angkatan laut yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln di lepas pantai Iran, setelah adanya ancaman Trump untuk campur tangan dalam tindakan keras Iran terhadap protes anti-pemerintah. 

"Rencananya adalah [Iran] berbicara dengan kami, dan kami akan melihat apakah kami dapat melakukan sesuatu. Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi... Kami memiliki armada besar yang sedang menuju ke sana," kata Trump kepada Fox News. 

“Mereka sedang bernegosiasi, jadi kita lihat saja apa yang terjadi.” Dia mengatakan sekutu AS di wilayah tersebut tidak diberitahu mengenai rencana tersebut karena alasan keamanan. "Yah, kita tidak bisa memberi tahu mereka tentang rencana tersebut. Jika saya memberi tahu mereka tentang rencana tersebut, maka hal itu akan sama buruknya dengan memberi tahu Anda rencana tersebut – bahkan bisa lebih buruk lagi," katanya.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Kronologi Amanda Manopo Sedih Usai Calon Bayinya Dihujat Anak Haram, Curhatannya Jadi Sorotan
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Cuaca Buruk, Begini Penampakan Kapal Nelayan Menumpuk di Muara Angke | KOMPAS SIANG
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Ribuan Sapi Impor Tiba di Cilacap untuk Tingkatkan Produksi Susu Nasional
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Danantara Siap Jadi Peserta Aktif di Bursa Saham RI
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.