JAKARTA, KOMPAS.com- Tembok aliran Kali Krukut di Jalan Puloraya IV, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang jebol saat banjir dua pekan yang lalu ditambal dengan puluhan kantong pasir.
Pantauan Kompas.com di lokasi, Minggu (1/2/2026), tembok berdiri tepat di dekat Rumah Pompa Pulo Raya.
Baca juga: Normalisasi Kali Krukut Telan Biaya Hampir Rp 4,8 Triliun
Tinggi tembok sekitar 300 sentimeter dan terbuat dari lapisan semen. Di atas tembok yang dibangun tahun 20218 itu, dipasang pagar besi yang dicat kuning.
Di bagian tembok yang jebol, tampak puluhan karung pasir ditumpuk rapi dengan bambu sebagai penyangganya.
Sobri (47), warga Jalan Puloraya, mengatakan, tembok tersebut jebol karena debit air yang tinggi saat hujan deras dua pekan yang lalu.
Baca juga: Rano Karno Bongkar Biang Kerok Banjir Kemang, Lebar Kali Krukut Tinggal 3 Meter
“Ini sudah Jumat kedua. Waktu itu awalnya jebol soalnya air di kali itu tingginya sudah melebihi tanggulnya, itu kan ada tulisannya 300 sentimeter,” kata dia saat ditemui di lokasi, Minggu (1/2/2026).
Sebelum jebol, ada bagian tembok yang mulai retak.
“Ya sudah ada saja tanda-tandanya sebelum itu, ada retak-retak. Memang sudah seharusnya direnovasi kan, sudah mau sepuluh tahun,” ujar Sobri.
Kini tembok itu digantikan dengan tumpukan karung pasir yang memakan sebagian besar gang kecil menuju jembatan itu.
Untuk menopang karung pasir, dipasang formasi kayu dan besi-besi di depan dan belakangnya.
Warga was-wasSobri mengatakan, saat tanggul pertama kali jebol, petugas hanya menaruh tiga lapis karung pasir yang disusun menumpuk di depan tembok.
Namun, saat hujan deras beberapa hari yang lalu, susunan karung pasir itu jebol lagi. Rumah-rumah warga terendam banjir.
Kini terdapat lima lapis karung pasir yang diharapkan lebih kuat dan dapat menghalau rembesan air sungai.
“Ya semoga saja deh sekarang lebih kuat. Soalnya kalau banjir lagi itu, karungnya terangkat lagi,” kata dia.
Meski karung terlihat cukup padat, Sobri berharap agar tembok tersebut segera diperbaiki karena khawatir banjir kembali terjadi.
“Ya, kalau saya harapannya semoga cepat saja deh perbaikannya. Soalnya kan kayak begini was-was terus,” kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



