Tempat Hiburan Malam di Lenteng Agung Diprotes Warga, Bakal Ditutup Pemprov?

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemprov Jakarta menindaklanjuti aduan warga yang meminta tempat hiburan malam (THM) di hotel kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel), bernama Party Station ditutup. Pemprov Jakarta akan menggelar rapat untuk membahas hal tersebut.

"Kita akan koordinasi dengan dinas terkait bagaimana perizinannya dan lain sebagainya, lagi pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) dulu lagi koordinasi dengan instansi terkait," kata Kasatpol PP DKI Satriadi Gunawan saat dihubungi, Senin (2/2/2026).

Rapat akan terlaksana hari ini. Berdasarkan aduan warga, tempat hiburan itu diprotes lantaran menjual minuman keras.

"Tindak lanjutnya nanti menunggu hasil rapat seperti apa. Rapat nanti koordinasi dengan Dinas Pariwisata dan stakeholder terkait. Karena itu disinyalir menjual minuman keras, nanti dicek apakah ada izinnya atau bagaimana," jelasnya.

Baca juga: Warga Tolak THM di Hotel Lenteng Agung, MUI Minta Pemerintah Turun Tangan

Satriadi belum bisa membeberkan lebih jauh terkait kemungkinan penutupan THM itu sesuai permintaan warga. Dia menyebut hal itu akan diputuskan melalui rapat.

"Kita akan rapatkan dulu di hari Senin, baru bisa diambil keputusan. Yang akan dibahas nantinya salah satunya soal perizinanannya," tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah warga menggelar aksi penolakan tempat hiburan malam di hotel kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jumat (30/1). Polisi mengarahkan manajemen dan warga melakukan mediasi untuk mencari solusi.

Wakil Ketua RW 02 Kampung Sawah, Achmad Fauzi mengatakan warga turun ke jalan karena mengetahui bahwa kampung lahirnya sudah dijadikan sebagai tempat maksiat.

Baca juga: Ada Adegan Berbahaya Saat Syuting Film Lisa BLACKPINK di Kota Tua

"Setelah tahu dibuka Party Station diduga menjadi tempat maksiat yaitu seperti tempat menjual minuman keras, dan juga laki-laki perempuan berkumpul yang merupakan bukan muhrimnya sangat dilarang sama agama Islam," ucap Fauzi.

Terlebih, mendekati bulan suci Ramadhan, lanjut Fauzi, di mana majelis taklim harusnya melakukan doa ini malah terganggu dengan adanya tempat maksiat tentu jelas warga menolak penuh. Warga Kampung Sawah mengancam akan kembali menggelar aksi demo yang lebih besar jika tempat hiburan malam tidak segera ditutup.




(wnv/imk)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil BRI Super League: Catatan 4 Kemenangan Beruntun Persebaya Dihentikan 10 Pemain Dewa United
• 13 jam lalubola.com
thumb
[FULL] Jokowi Siap Kerja Mati-Matian untuk PSI, Ini Kata Bestari Barus-Analisa Adi Prayitno
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Warga Gayo Lues Aceh Masih Bertahan di Tenda Darurat Pinggir Jalan
• 27 menit laludetik.com
thumb
Peristiwa Bersejarah 2 Februari: Kampus UI Berdiri hingga Tragedi Feri Tenggelam
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Kapan Imlek 2026? Ini Tanggal Merah dan Jadwal Cuti Bersama Resmi Pemerintah
• 11 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.