Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyiagakan pelayanan kesehatan 24 jam bagi korban banjir yang melanda wilayah tersebut dalam dua pekan terakhir.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Bekasi Supriadinata menyatakan, tim medis telah diterjunkan ke sejumlah lokasi banjir guna optimalisasi kesiagaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir.
Advertisement
"Banjir tahun ini memang cukup luar biasa. Kami fokus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan membentuk pos-pos kesehatan di wilayah terdampak banjir, terutama di wilayah utara Kabupaten Bekasi," ujar Supriadinata di Cikarang, melansir Antara, Senin (2/2/2026).
Ia mengatakan, wilayah yang menjadi prioritas penanganan, meliputi sejumlah kecamatan, di antaranya Babelan, Tarumajaya hingga Muaragembong.
"Selain mendirikan posko kesehatan, tim pemantau juga berkeliling untuk melakukan penanganan kesehatan kepada masyarakat," ucap Supriadinata.
Dia menyebut, seluruh fasilitas kesehatan puskesmas di Kabupaten Bekasi juga telah diinstruksikan untuk beroperasi penuh dan memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam.
Menurut Supriadinata, tim medis juga melakukan sistem jemput bola dengan turun langsung ke berbagai lokasi banjir dan pengungsian.
"Seluruh puskesmas tetap buka dan petugas melakukan monitoring langsung ke lapangan secara bergantian. Kami membagi tim menjadi lima kelompok, masing-masing terdiri dari tenaga medis dari empat hingga lima puskesmas," ucap dia.
Supriadinata mengakui banjir mengakibatkan masyarakat mengalami gangguan kesehatan. Penyakit kulit mendominasi penyakit yang disebabkan banjir. Gangguan saluran pernapasan juga dialami korban banjir.
"Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan air yang digunakan untuk minum benar-benar bersih serta mewaspadai penyakit yang bersumber dari air tercemar seperti leptospirosis dan penyakit kulit," terang dia.




