Danantara Pastikan Perbaikan Pasar Modal RI Bukan Kepentingan Satu Institusi

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan krisis di Bursa Efek Indonesia (BEI) perlu dipandang sebagai momentum untuk melakukan reformasi pasar modal secara menyeluruh guna membangkitkan kembali kepercayaan investor.

CIO Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan persoalan tersebut tidak bisa disederhanakan sebagai masalah satu atau dua saham, maupun semata-mata terkait kinerja bursa atau indeks global, melainkan menyangkut kepercayaan terhadap sistem pasar modal nasional serta kredibilitas negara.

Dia menyampaikan agenda reformasi tersebut tidak lahir dari kepentingan atau preferensi Danantara.

“Sebagai market participant, Danantara menyuarakan apa yang dibutuhkan oleh pasar agar pasar modal Indonesia menjadi lebih dalam, lebih likuid, dan lebih kredibel. Reformasi ini merupakan kepentingan ekosistem, bukan kepentingan satu institusi,” kata Pandu dalam keterangannya, Senin (2/2).

Dalam kerangka Total Capital Market Reform, ia menyampaikan pasar membutuhkan sejumlah langkah struktural, antara lain peningkatan transparansi, khususnya terkait keterbukaan ultimate beneficial ownership serta kualitas data kepemilikan saham.

Selain itu, diperlukan penguatan tata kelola dan penegakan aturan, termasuk demutualisasi bursa sebagai bagian dari mitigasi benturan kepentingan dan penguatan kelembagaan.

Ia juga menekankan pentingnya pendalaman pasar secara terintegrasi.

“Melalui sinergi lintas pemangku kepentingan, dari sisi demand, supply, hingga infrastruktur pasar,” lanjut Pandu.

Pandu juga menyinggung penguatan likuiditas, termasuk penyesuaian kebijakan free float agar selaras dengan praktik global. Menurutnya, kenaikan free float perlu dilakukan melalui kebijakan yang mampu membangun kepercayaan investor sehingga valuasi saham mencerminkan fundamental perusahaan.

“Ketika kepercayaan dan valuasi terbentuk, kebijakan free float naik dari 7,5 persen ke 15 persen dapat berjalan secara efektif,” sebut Pandu.

Ia menambahkan, reformasi tersebut bertujuan untuk membangun kepercayaan jangka panjang, memperluas basis investor.

“Serta memastikan pasar modal Indonesia mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” tutup Pandu.

Adapun sebelumnya terdapat beberapa rencana perubahan usai IHSG anjlok pekan lalu seperti revisi aturan free float di BEI dari 7,5 persen menjadi 15 persen, rencana demutualisasi BEI, sampai menaikkan batas investasi dana pensiun dan perusahaan asuransi di pasar modal dari sebelumnya 8 persen menjadi 20 persen.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Sungai Tamiang
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Hadiri Rakornas 2026, Para Kepala Daerah Mulai Berdatangan di SICC Sentul
• 8 jam lalukompas.com
thumb
MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026, Lahirkan Juara Baru di Tengah Iklim Kompetitif
• 16 jam lalubola.com
thumb
Waspada, Angin Kencang Hantam Perairan Bali 2-5 Februari
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Viral! Pria Tendang Kucing hingga Mati, Polda Jateng Kantongi Identitas Pelaku
• 5 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.