Danantara: Reformasi Bursa Dibutuhkan Demi Kepentingan Ekosistem

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Pandu Sjahrir Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia menegaskan bahwa agenda reformasi pasar modal Indonesia dibutuhkan bukan karena kepentingan satu institusi melainkan demi kepentingan ekosistem.

Menurutnya, sebagai market participant, Danantara menyuarakan apa yang dibutuhkan oleh pasar agar pasar modal Indonesia menjadi lebih dalam, lebih likuid, dan lebih kredibel

“Perlu digarisbawahi bahwa agenda reformasi ini bukan lahir dari kepentingan atau preferensi Danantara Indonesia,” kata Pandu dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/2/2026) yang dikutip Antara.

Lebih lanjut, Pandu menjelaskan bahwa krisis kepercayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) perlu dipandang sebagai momentum untuk melakukan reformasi pasar modal secara menyeluruh guna membangkitkan kembali kepercayaan.

“Ini bukan sekadar persoalan satu atau dua saham, dan bukan semata urusan bursa atau indeks global, melainkan menyangkut kepercayaan terhadap sistem pasar modal nasional dan kredibilitas negara,” katanya.

Dalam kerangka total capital market reform, Pandu mencatat langkah-langkah struktural yang dibutuhkan pasar salah satunya mencakup peningkatan transparansi, khususnya keterbukaan ultimate beneficial ownership dan kualitas data kepemilikan saham.

Selain itu, dibutuhkan penguatan tata kelola dan enforcement, termasuk demutualisasi bursa sebagai bagian dari mitigasi benturan kepentingan dan penguatan institusional.

Pendalaman pasar secara terintegrasi juga dibutuhkan. Hal itu dapat dilakukan melalui sinergi lintas pemangku kepentingan, dari sisi demand, supply, hingga infrastruktur pasar.

Terakhir, penguatan likuiditas, termasuk penyesuaian kebijakan free float agar selaras dengan praktik global.

Dalam hal ini, kenaikan free float perlu dilakukan melalui kebijakan yang membangun kepercayaan investor sehingga valuasi mencerminkan fundamental. Ketika kepercayaan dan valuasi terbentuk, maka kebijakan free float naik dari 7,5 persen ke 15 persen dapat berjalan secara efektif.

“Reformasi ini pada akhirnya bertujuan untuk membangun kepercayaan jangka panjang, memperluas basis investor, serta memastikan pasar modal Indonesia mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” ujar Pandu. (ant/bil/iss)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
WMN Sun Sweat Party Dorong Kolaborasi Ekonomi Kreatif dan Gaya Hidup Sehat Perempuan
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Detik-Detik Asap Oranye Muncul Dari Pabrik Kimia di Cilegon
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
7 Kebiasaan Orang yang Benar-Benar Mencintai Dirinya Sendiri
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Leo/Bagas Akhiri Puasa Gelar, Amankan Takhta Ganda Putra di Thailand Masters 2026
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bertemu Prabowo, Susno Duadji: Kita Sepakat Reformasi Polri Ditandai Reformasi di Pucuk Pimpinan
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.