Ekonom Proyeksi Januari Alami Deflasi, Surplus Dagang Masih Bertahan Tipis

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data inflasi Januari 2026 dan neraca perdagangan Desember 2025 hari ini. Dua indikator makro tersebut dinilai akan menjadi penentu arah pasar di awal tahun, terutama untuk membaca kekuatan daya beli masyarakat serta ketahanan sektor eksternal di tengah ketidakpastian global.

Sejumlah ekonom memperkirakan tekanan harga mulai mereda setelah lonjakan musiman pada periode libur akhir tahun.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat peluang inflasi bulanan berbalik ke zona negatif. Menurutnya, koreksi harga bahan pangan menjadi penopang utama.

“Inflasi Januari 2026 diperkirakan melandai bahkan deflasi tipis sekitar minus 0,11 persen, seiring normalisasi harga pangan dan biaya transportasi setelah lonjakan akhir tahun di mana beberapa komoditas pangan yang berpotensi memberi dorongan deflasi antara lain cabai merah, bawang merah, cabai rawit, daging ayam, dan telur, ditambah penurunan tarif angkutan udara serta penyesuaian harga BBM nonsubsidi,” kata Josua kepada kumparan, Senin (2/2).

Secara musiman, harga cabai dan bawang mulai turun setelah sempat melonjak, diikuti tarif tiket pesawat yang kembali normal. Kondisi ini membuat tekanan harga jangka pendek relatif jinak.

Meski demikian, secara tahunan angka inflasi justru berpotensi terlihat lebih tinggi karena faktor pembanding yang rendah pada tahun lalu, saat ada diskon tarif listrik besar-besaran.

“Namun secara tahunan, inflasi justru diproyeksikan naik ke sekitar 3,59 persen dari 2,92 persen pada Desember, terutama karena efek pembanding yang rendah akibat diskon tarif listrik 50 persen pada Januari tahun 2025, sehingga angka tahunan bisa tampak lebih tinggi meski tekanan harga terkini sebenarnya sedang mereda, inflasi inti sendiri diperkirakan sedikit turun ke sekitar 2,34 persen, yang memberi sinyal bahwa dorongan permintaan dasar belum melonjak tajam,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan adanya faktor eksternal yang bisa menahan deflasi lebih dalam, seperti pelemahan rupiah, kenaikan harga emas, hingga gangguan pasokan minyak goreng.

Dari sisi eksternal, Josua memperkirakan surplus perdagangan masih bertahan, namun menyempit karena impor tumbuh lebih cepat dibanding ekspor.

“Untuk neraca dagang Desember 2025 yang juga akan diumumkan hari ini, proyeksinya surplus masih berlanjut tetapi menyempit ke sekitar USD1,00 miliar dari USD2,66 miliar pada November, karena impor diperkirakan tumbuh lebih cepat daripada ekspor,” kata dia.

Peningkatan impor barang modal dinilai mencerminkan pemulihan investasi, meski ekspor tertekan harga komoditas global. Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro melihat inflasi tetap rendah, tetapi masih mencatat kenaikan tipis secara bulanan.

“Kami memperkirakan inflasi IHK utama Indonesia mencatat inflasi ringan sebesar 0,06 persen mom pada Jan-26 (vs 0,64 persen mom pada Des-25), mencerminkan normalisasi harga pangan dan perjalanan setelah puncak akhir tahun,” kata Andry.

Menurut Andry, penurunan harga cabai rawit dan bawang merah akan mendorong deflasi pada kelompok harga bergejolak. Selain itu, harga BBM non-subsidi dan tarif pesawat yang lebih rendah ikut meredakan tekanan pada kelompok harga diatur pemerintah. Namun, kenaikan harga emas global diperkirakan mendorong inflasi inti secara bulanan.

Bank Mandiri melihat kinerja perdagangan lebih solid di akhir tahun. “Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan mencatat surplus sebesar USD 6,8 miliar pada Desember 25, lebih tinggi dibandingkan surplus USD 2,7 miliar pada Nov-25,” ungkap Andry.

Kenaikan ekspor disebut didukung permintaan dari Tiongkok dan sejumlah negara mitra dagang utama, sementara impor cenderung terkendali.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Emiten Low Tuck Kwong (MYOH) Salurkan Pinjaman Rp25 Miliar ke TRJA
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Arema vs Persijap Jepara, Ketajaman Joel Vinicius Diuji
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Presiden Singapura Nyasar di Indonesia, Temukan Sifat Asli Orang RI
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Segel Empat Gelar, Skuad Merah Putih Dominasi Podium di Thailand Masters 2026
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Iran Kokoh di Puncak Grup D Usai Kalahkan Afghanistan 5-2, Arab Saudi Bungkam Malaysia
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.