MerahPutih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/2) pagi melemah di tengah sikap hati-hati investor asing yang menunggu hasil pertemuan otoritas pasar modal Indonesia dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
IHSG dibuka turun 70,36 poin atau 0,84 persen ke posisi 8.259,25. Sementara indeks LQ45 naik tipis 0,91 poin atau 0,11 persen ke level 834,44.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan cenderung konsolidasi pada kisaran 8.150–8.600 pada pekan ini. Jika IHSG mampu bertahan di atas 8.600, berpotensi melanjutkan rebound,” Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, kepada media, Senin (2/2).
Baca juga:
Redakan Gejolak IHSG, OJK Janji Penuhi Rekomendasi MSCI
Faktor Domestik dan GlobalRatna menambahkan pelaku pasar dalam negeri juga masih mencermati gejolak pasar modal setelah beberapa pejabat otoritas mundur.
Menurut dia, pemerintah yang segera menunjuk pejabat sementara di OJK dan BEI serta memberikan pernyataan menenangkan diharapkan mampu meredakan kekhawatiran investor.
“Selanjutnya, investor akan menantikan implementasi dari kebijakan yang sudah dicanangkan,” ujar Ratna, dilansir Antara.
Pekan ini, pasar juga akan menunggu rilis PMI manufacturing, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa, dan indeks harga properti.
Baca juga:
Danantara Tegaskan Pembelian Saham BEI tidak Otomatis Jadi BUMN
Dari mancanegara, fokus investor tertuju pada data tenaga kerja dan PMI Amerika Serikat, serta kelanjutan earning season saham teknologi dan AI. Dari Eropa, kebijakan moneter ECB dan Bank of England (BoE) juga menjadi perhatian.
Sinyal Positif dari OJKDiberitakan sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan menggelar pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), Senin (2/2) sore, untuk meredam gejolak pasar saham.
“Kami sudah memberikan instruksi kepada tim OJK dan SRO yang akan hadir dalam pertemuan bersama salah satu indeks provider global," kata Anggota Dewan Komisioner OJK Hasan Fawzi, kepada media, Minggu (1/2).
Hasan menegaskan OJK bersama SRO menargetkan pasar modal Indonesia untuk semakin selaras dengan standar dan praktik terbaik internasional, sekaligus langkah strategis meningkatkan daya saing dan kredibilitas IHSG.
"Setelah kami cermati, seluruh concern atau permintaan dari pihak indeks provider global tersebut tidak ada yang tidak bisa kami penuhi,” tandas pejabat OJK itu. (*)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5037697/original/088669300_1733404304-20241205_190620.jpg)
