Kemenkes RI Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Penyakit Virus Nipah

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ama Boro Huko

TVRINews, Nusa Tenggara Timur

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit Virus Nipah. Imbauan tersebut disampaikan melalui surat edaran bernomor HK.02.02/C/445/2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit.

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Murti Utami, menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang dapat menular dari hewan ke manusia. Penularan terutama terjadi melalui kelelawar buah (Pteropus sp.) sebagai reservoir alami, serta hewan perantara seperti babi.

Selain itu, virus juga dapat menyebar melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti buah atau nira yang terpapar cairan tubuh hewan pembawa virus.

“Penularan antar manusia juga telah dilaporkan, terutama melalui kontak erat dengan penderita. Manifestasi klinis penyakit ini bervariasi, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut ringan hingga berat, serta ensefalitis yang dapat berujung pada kematian,” ujar Murti dalam keterangan resmi yang diterima TVRINews, Senin (2/2/2026).

Kemenkes mencatat tingkat kematian akibat Virus Nipah tergolong tinggi, yakni berkisar antara 40 hingga 75 persen. Wabah pertama tercatat pada tahun 1998–1999 di Desa Sungai Nipah, Malaysia, yang awalnya menyerang peternak babi dan kemudian menyebar hingga Singapura.

Kasus infeksi pada manusia juga pernah dilaporkan di sejumlah negara lain, seperti India, Bangladesh, dan Filipina. Sejak 2001 hingga 2026, kejadian penyakit Virus Nipah dilaporkan secara sporadis, terutama di Bangladesh dan India.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi Virus Nipah pada manusia di Indonesia. Namun, Kemenkes menegaskan kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, mengingat Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis serta tingginya mobilitas penduduk dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa Virus Nipah.

Selain itu, hasil penelitian di Indonesia menunjukkan adanya bukti serologis serta deteksi virus pada reservoir alami kelelawar buah (Pteropus sp.), yang mengindikasikan potensi sumber penularan di dalam negeri.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menghindari konsumsi makanan atau minuman yang berpotensi terkontaminasi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mencurigakan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Intip Bocoran Spesifikasi Vivo V70 dan V70 Elite yang Usung Kamera ZEISS, Indonesia Kebagian?
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Isu Direksi Bank Himbara Bakal Diubah Tuai Sorotan, Pemerintah Diminta Perkuat Mekanisme Komunikasi
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Hari ke-9 Longsor Cisarua: 18 Alat Berat Dikerahkan, 10 Korban Masih Hilang
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Jajal Sirkuit Mandalika Sebanyak 39 Lap, Ini Kata Valentino Rossi
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
HP di Tangan, Fokus Menghilang: Ancaman Sunyi bagi Generasi Muda
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.